Sabtu, April 21

Panen Masih Berlangsung, Belum Perlu Impor

Paradigma lama yang menganggap, adanya musim paceklik sebagai penyebab menurunnya stok beras. Hal ini dinilai sebagai suatu isu seksi yang mudah ‘digoreng’ segelintir oknum yang mengganggu upaya penyediaan pangan nasional.
Paradigma pertanian lama itu, kini dinilai usang karena kontinuitas produksi gabah tetap ada sepanjang tahun. Stok beraspun terus mengalir. Hal ini terbukti, karena di beberapa wilayah di Jatim masih terdapat kegiatan panen padi. Meskipun sebagian wilayah lainnya, saat ini dalam kondisi tanam.
“Tiada hari tanpa tanam, tiada hari tanpa panen,” ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. M Syakir, dalam rangkaian safari panen padi di Jawa Timur, (12/1) lalu.
Ia melanjutkan, Safari Panen tersebut berawal di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dan dilanjutkan ke Desa Jati Tengah, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Safari Panen, berakhir pada (13/1) di Tulungagung dan Ponorogo.
Panen di Kabupaten Malang, bertempat di lahan kelompok tani Mekarsari I dengan varietas yang dipanen, Ciherang, Inpari-12 dan Logawa. Luas lokasi 78 hektar, dengan total hamparan 176 hektar.
Panen kedua dilaksanakan di lahan kelompok tani Barokah I, dengan varietas yang dipanen Malindo yang mampu mencapai produktivitas 7,5 ton/hektar, dengan harga gabah Rp. 5000 – 5500/kg GKP.
Dalam kesempatan panen di beberapa lokasi tersebut, Syakir menegaskan, bahwa produksi beras nasional saat ini masih dalam pendampingan dan pengawalan yang ketat dari Kementerian Pertanian.
“Pemerintah sudah memberikan bantuan benih unggul, pupuk, perbaikan jaringan irigasi, alsintan hingga asuransi pertanian yang dapat memberikan jaminan kepastian usaha pada petani”, lanjutnya.
Dukungan dari jajaran TNI yang mengawal realisasi luas tambah tanam (LTT) di wilayah pun dinilai sebagai komitmen nyata yang patut diapresiasi.
“Kami masih sanggup memproduksi beras, kami.merasa, belum membutuhkan impor beras”, imbuhnya.
Menurutnya, petani di wilayah Jati Tengah, masih sanggup mencapai hasil panen yang lebih tinggi. Tentunya, dengan dukungan dari pemerintah terutama terkait penyediaan sarana produksi pada petani. (er)
Sumber:http://masternewsarema.blogspot.co.id/2018/01/panen-masih-berlangsung-belum-perlu.html?m=1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *