Sabtu, April 21

Padu Padan Kegiatan BPTP Jawa Timur Dengan OPD Lingkup Pertanian Provinsi Jawa Timur.

(27/03/2018)Pelaksanaan tupoksi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur sebagai lembaga pengkajian dan penyedia inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi tentu tidak terlepas dari dukungan pihak terkait terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pertanian di wilayah.

“BPTP Jatim bukanlah lembaga pengkajian dan diseminasi yg mampu bekerja sendiri karena kami juga memiliki keterbatasan dalam aspek sumber daya,” ungkap Kepala BPTP Jatim, Dr. Chendy Tafakresnanto dalam sambutannya yg dibacakan oleh koordinator program BPTP Jatim dalam acara padu padan Kegiatan BPTP Jawa Timur Dengan OPD Lingkup Pertanian Provinsi Jawa Timur. Dalam acara tersebut turut hadir perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Acara diisi pemaparan profil dan kegiatan BPTP oleh 3 Narasumber dari BPTP Jawa Timur antara lain: Dr. Quirino Dadang, Dr. Sudarmadi Purnomo dan Prof. Cholil. Dalam kesempatan yg sama perwakilan OPD juga memaparkan berbagai capaian dan rencana kegiatan yg akan dilakukan.

Diskusi terkait pendampingan oleh BPTP dan penentuan calon petani dan calon lokasi (CPCL) menjadi fokus utama yg dibahas.
BPTP Jatim menyatakan kesiapannya dalam memberikan dukungan teknologi salah satunya dalam hal perbenihan perbenihan. “Kami butuh feedback berupa informasi CPCL dari rekan di dinas agar distribusi dan diseminasi benih varietas unggul hasil Badan Litbang bisa optimal,” Ujar Sudarmadi Purnomo selaku penjab perbenihan BPTP Jatim. Acara di akhiri dengan pembingkaian rumusan hasil padu padan oleh tim teknis BPTP yang terdiri dari: (1) Prof. Suyamto, (2) Prof. Cholil, (3) Dr. Tri Sudaryono, (4) Dr. Sudarmadi dan Dr. Herman Subagyo.

Penyelarasan program kegiatan oleh BPTP Jatim bersama OPD ini dinilai penting untuk memberikan penguatan dan menjadi landasan bagi BPTP dalam melaksanakan kegiatan dalam kaitannya dengan kondisi wilayah dan spektrum
stakeholder di Jawa Timur yang sangat beragam. (IBR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *