Rabu, Mei 23

Edukasi, Disiapkan Lahan Seluas 10 Hektar

Pemerintah Kabupaten Gresik sedang menyiapkan pengembangan Taman Teknologi Pertanian (TTP). Taman ini berada di area seluas 10 hektar di Desa Sukdono, Kecamatan Panceng.

PENGEMBANGAN TTP ini digagas Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Secara khusus, dia mengelilingi keberadaan TTP yang akan menjadi laboratorium lapangan pertanian sekaligus media edukasi.

“Dengan keadaan seperti yang sekarang ini, saya sudah sangat senang dan bangga” ujarnya saat meresmikan Kantor Taman Teknologi Pertanian.

Diakui, TTP seluas 10 hektar ini masih belum selesai seluruhnya. Namun diperkirakan pada Juli mendatang seluruh bangunan TTP ini sudah selesai. Direncanakan pada Juli 2018 seluruh bangunan TTP ini akan diserah terimakan dari Kementerian Pertanian ke Pemerintah Kabupaten Gresik.

Bupati menyampaikan, ucapan terima kasih kepada PT Polowijo Gosari yang telah menyumbangkan lahan seluas 50 hektar. Lahan seluas itu, 10 hektar di antaranya dipakai untuk proyek TTP. Sementara 40 hekter tetap digunakan sebagai waduk.

“Kedepan Kawasan ini menjadi kawasan wisata agro, wisata air dan wisata edukasi,” jelas Sambari.

Ditambahkan, kawasan wisata itu akan terkoneksi dengan kawasan sekitar seperti wisata bahari di Desa Ngimboh, wisata air tawar Banyubiru dan wisata Pantai Delegan.

Saat berkeliling, Bupati sempat melihat pengembangan sapi jenis unggul yang sudah dipelihara ditempat tersebut. Dari 54 ekor sapi yang dipelihara awal sejak beberapa saat lalu. Kini sudah menjadi 71 ekor dengan rincian indukan 47 ekor, pejantan 4 ekor, sapi anakan (pedet) 20 ekor. Dan ada sapi yang hamil sebanyak 25 ekor.

Kepala Dinas Pertanian Agus Joko Waluyo menyatakan bahwa pengembangan sapi di TTP ini bukan bersifat keuntungan semata, namun untuk pengembangan pengadaan sapi unggul di Gresik.

“Namun kedepan sesuai arahan Bupati, akan diarahkan untuk keuntungan dengan mencatan berat awal, waktu pengembangan dan biaya pemeliharaan. Tentu akan dihitung lebih detil” katanya.

Ditempat itu juga ada pengolahan pasca panen. Misalnya ada pembuatan makanan ternak dari bungkil jagung, jajanan yang berbahan dasar jagung, es krim dari jagung serta pembuatan dodol manga. Seperti yang disampaikan oleh kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Chendy Tafa Kresnanto.

“Semua Pengolahan pasca panen dari hasil di TTP ini akan kami adakan, karena kami punya ahli dalam bidang itu.” kata Chendy. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

Sumber:https://www.jawapos.com/radarsurabaya/read/2018/04/30/69158/edukasi-disiapkan-lahan-seluas-10-hektar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *