Rabu, Mei 23

BPTP Jatim dampingi petani penangkar bawang merah Probolinggo dengan Teknologi TSS

PROBOLINGGO (7/5/2018). Bawang merah varietas Biru Lancor dari Probolinggo tidak asing lagi bagi petani bawang merah di Jawa Timur. Benih yang umum digunakan petani saat ini biasanya berupa umbi.

Saat ini, Kementerian Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur berupaya menyediakan benih bermutu salah satunya dengan teknologi budidaya menggunakan biji botani bawang merah True Seed of Shallot (TSS). Kegiatan perbenihan bawang merah ini dilaksanakan di dataran tinggi beriklim kering dengan ketinggian 900 Р1400 mdpl tepatnya di Desa Bermi Kec. Krucil Kabupaten Probolinggo.

Wilayah ini merupakan salah satu lokasi yang potensial untuk pengembangan bawang merah untuk produksi biji TSS karena didukung respon positif petani penangkar benih terhadap teknologi yang disampaikan oleh BPTP.

Teknologi TSS di Bermi telah dikenal oleh beberap petani di lokasi tersebut dengan potensi produksi Biji mencapai 9 – 10 kg/ 1000 meter persegi (Hasil penelitian 2016, BPTP Jatim).

Proses penanaman diawali dengan sortasi benih bernas, sehat dengan bobot umbi >7 gram dan benih terlebih dulu di vernalisasi pada suhu 10 derajat Celcius selama 4 minggu sebelum aplikasi perendaman dengan Benzyl Amino Purin (BAP) zat pengatur tumbuh golongan Sitokinin 37,5 ppm yang diharapkan mampu menginduksi bunga secara maksimal, pemupukan pupuk organik, Phosphat, NPK, KCL dan Boron serta pengendalian hama dan penyakit secara optimal diharapkan menghasilkan biji sekitar 100 – 150 kg di lahan seluas 2 hektar. Selain itu, juga dipelihara lebah Aphis cerana yang berfungsi sebagai polinator untuk mendukung proses penyerbukan sehingga dapat menghasilkan biji bawang merah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *