Kamis, Juni 21

Langkah Mendekatkan Sumber Inovasi Kepada Penyuluh Dan Petani

Masih Banyak tantangan dalam pengembangan komoditi pertanian untuk mencapai swasembada. Tanpa kecuali bawang putih, yang di akhir tahun 2017 hingga kini mencuri banyak perhatian pelaku utama dan pelaku usaha serta stakeholder lainnya. Utamanya yang varietas unggul nasional, telah banyak memikat perhatian petani, untuk mengembangkannya. Terutama pada daerah-daerah yang dahulunya potensial sebagai daerah penghasil utama. Daerah Potensial pengembangan di Jawa Timur berada di: Malang, Magetan, Batu dan Pacitan, terakhir Banywangi. Sebenarnya, masih ada daerah potensial pengembangan bawang putih, selain tsb diatas, yaitu Kabupaten Lumajang.

Potensi lahan pengembangan sayuran dataran tinggi se Indonesia seluas 1,2 juta ha. Untuk berswasembada bawang putih tersbut cukup dengan 78 ribu ha saja, namun membutuhkan persyaratan lahan yang bagus. Tentunya hal itu tidak terlepas dari penerapan inovasi yang tiada henti, yang secara spesifik lokasi telah dirancang oleh Peneliti dan Pengkaji BPTP Jawa Timur. Diantaranya: ketinggian tempat yang sesuai yaitu 900–1.100 m dpl. untuk kultivar Lumbu Hijau; pH tanah 6-7; 20 ton/ha pupuk Organik Plus (trycho); pemupukan anorganik berimbang; serta menggunakan prinsip pengendalian hama dan penyakit terpadu, diawali sejak dini.

Walau inovasi telah cukup tersedia, namun agar supaya sampai ke petani dan bisa langsung diterapkan. Petani perlu pembuktian konkrit di lapangan, oleh penyuluh dan peneliti melalui berbagai metoda penyampaian, missal dengan Kaji Terap. Kaji terap adalah ujicoba sekaligus peragaan inovasi pertanian yang dilakukan oleh penyuluh pertanian dan pelaku utama untuk meyakinkan keunggulan teknologi anjuran dan untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi pelaku utama, sebelum diterapkan atau dianjurkan/dikembangkan kepada pelaku utama lainnya.

Untuk misi tersebut, pada tahun 2018, BPTP Jawa Timur telah menyelenggarakan Kaji Terap Pengembangan Bawang Putih, kultivar Lumbu Hijau di Kabupaten Lumajang. Tepatanya di desa Argosari, kecamatan Senduro di ketinggian 1.113 m dpl. dan di desa Pasrujambe, kecamatan Pasrujambe pada ketinggian 913 m dpl. Manifestasi dari Lokasi Kaji Terap kelak berfungsi sebagai wahana diseminasi, pembelajaran, dan konsultasi teknologi, guna meningkatkan Kinerja Penyuluh dan Balai Penyuluhan Pertanian serta menumbuhkan Posko Kawitan (kawasan penerap inovasi) (TSK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *