Kamis, Juni 21

“Bulai” (Budidaya Tumpangsari Tebu dan Kedelai)

Budidaya tumpangsari tanaman tebu dan kedali (Bulai) merupakan salah satu cara untuk memperluas lahan budidaya kedali dan meruoakan salah satu usaha peningkatan produksi kedelai melalui diversifikasi tanaman dengan memanfaatkan ruang kosong pada lahan tebu. Masalah yang muncul dalam penanaman kedelai di lahan tebu adalah kompetisi cahaya, unsur hara dan air. Oleh karena itu perlu adanya pengaturan jarak tanam dan waktu tanam yang tepat. Ukuran kanopi dan populasi tanaman kedelai yang ditumpangsarikan dengen tebu merupakan faktor utama dalam menetukan produktivitas tebu dan kedelai dalam sistem tumpang sari. Sistem tanam tumpangsari tersebut menurunkan produktivitas tebu sekitar 1,4 - 21,8% tergantung dari jenis tanaman yang ditumpangsarikan. Penurunan produktivitas terjadi melalui penurunan jumlah batang per meter juring dan diameter batang. Oleh sebab itu, perlu adanya pengaturan jarak tanam dan waktu tanam yang tepat. Cara tanam tumpangsari ini dilakukan ketika tebu masih berumur muda (baru tanam) atau setelah dikepras (panen). Pemanfaatan lahan di antara tanaman tebu (usia 0 -3 bulan) merupakan suatu usaha untuk memaksimalkan fungsi lahan pada pertanaman kedelai melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *