Kamis, Oktober 18

Air Kelapa Muda Optimalkan Daya Tumbuh Biji Botani Bawang Merah

RILIS.ID, Jakarta— BPTP Balitbangtan Jawa Timur telah menghasilkan formula sederhana yang mampu memperbaiki perbenihan bawang merah asal biji botani atau true shallot of seed (TSS). Kendala dalam pertanaman bawang adalah perbenihan yang masih menggunakan umbi, namun hal tersebut sudah mampu diatasi dengan adanya inovasi biji botani bawang atau True shallot of seed (TSS). Kendala utama TSS diantaranya adalah umbi yang mudah pecah dan daya tumbuh yang rendah. Namun, dengan menggunakan formula sederhana yang komponen utamanya adalah air kelapa ini diharapkan menjadi solusi permasalahan TSS.

BPTP Balitbangtan Jawa Timur pada 2018, melakukan pengkajian dengan mengimplementasikan formula tersebut pada budidaya bawang merah asal TSS. Kajian dilakukan di areal pertanaman bawang seluas 1,25 hektare didukung penerapan teknologi Produksi Lipat Ganda (PROLIGA).

Saat sosialisasi pemanfaatan formula yang dilaksanakan di Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Profesor Suyamto mengemukakan, budidaya bawang merah asal TSS merupakan hal baru bagi petani. Di masa mendatang penerapannya dinilai sangat prospektif, selain dapat menghemat biaya input produksi, juga membuka peluang usaha penangkaran dan jasa penyedia benih, jelasnya optimis.

Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tananan, Dipertabun Kabupaten Kediri, Arahayu Setyo Adi, SP menyambut baik kegiatan temu lapang untuk juga mendorong peningkatan kapasitas petani.

Dr .Tri Sudaryono menjelaskan, penggunaan air kelapa muda pada tahap persemaian mampu memeprbaiki daya tumbuh TSS hingga mencapai 90 persen dan dengan penerapan teknologi PROLIGA mampu menghasilkan umbi bawang basah mencapai 40 ton per hektare dengan rata-rata 4 umbi/tanaman,  dibandingkan teknologi petani yang hanya menghasilkan kisaran 20 ton per hektare dan rata-rata 2 umbi/tanaman.

Saat kesempatan temu lapang juga dilakukan sosialisasi produksi biji botani bawang oleh Peneliti Ir. PER Prahardini, MP dan dilanjutkan dengan penyampaian teknologi pengolahan bawang merah sebagai salah satu strategi dalam mengatasi ketika harga bawang merah anjlok oleh Ir. SS. Antarlina, MS. 

Temu lapang ini mendapat respon positif dari petani yang hadir. Hal ini terungkap dari harapan petani agar demplot seperti ini bisa dilakukan di sentra-sentra produksi lainnya, sehingga akan meningkatkan penguasaan teknologi baru oleh petani. Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian dan Perkebunan akan menindak lanjuti hal tersebut pada musim tanam sekitar bulan Oktober mendatang.

Sumber:http://m.rilis.id/air-kelapa-muda-optimalkan-daya-tumbuh-biji-botani-bawang-merah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *