Rabu, Agustus 22

Benih Bawang Putih Varietas Nasional Lumbu Kuning dan Lumbu Hijau Mampu Saingi Benih Import

MALANG(23/03/2018). Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian terus memacu langkah dalam mewujudkan swasembada bawang putih nasional. Pemenuhan kebutuhan bawang putih yg selama ini terganjal oleh ketersediaan benih berkualitas yg adaptif dengan kondisi di Indonesia, justru mulai menunjukkan geliatnya. Aturan wajib tanam bagi importir dinilai sebagai bagian dari upaya penumbuhan kawasan sentra bawang putih di berbagai wilayah di Indonesia. Kendati demikian, kita seyogyanya tidak menutup mata dari potensi varietas bawang putih nasional yg ada semisal Lumbu Kuning dan Lumbu Hijau yg pernah berjaya dimasanya.

Dari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur melaporkan bahwa penerapan teknologi benih bermutu, pupuk organik 15-20 t/ha, pupuk anorganik sesuai status hara lahan, penerapan konsep PHT pada varietas bawang putih nasional di lokasi demonstrasi area terbukti telah menunjukkan hasil yg menggembirakan. Varietas Lumbu Kuning dan Lumbu Hijau yang ditanam memiliki keunggulan menghasilkan siung setelah 90 hari setelah tanam (Hst). Hal ini tidak dijumpai pada varietas bawang putih impor yg juga ditanam di wilayah yg sama. Varietas nasional tersebut juga mampu menghasilkan umbi dengan ukuran yg lebih besar dengan diameter berkisar 31,5 – 54,7 mm dibanding varietas import yang hanya mencapai 14,6-34,2 mm. Secara umum, keragaan bawang putih varietas nasional pun jauh lebih unggul dengan kisaran panjang tanaman mencapai 70-74 cm dan 45-48 cm untuk varietas import. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa potensi pengembangan kawasan bawang putih varietas nasional masih terbuka. Kualitas benih nasional kita sekali lagi telah teruji sehingga petani tidak perlu ragu untuk menggunakannya. Mari bangkitkan kembali kejayaan bawang putih varietas asli Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *