Rabu, Oktober 16

Beredar Kabar Ladang Cabai di Magetan Diserang Virus, Ini Faktanya

MEGETAN –┬áPara petani cabai di Desa Nitikan dan Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, akhirnya bisa bernafas lega. Berkat kesigapan tim dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementan, bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Dinas Pertanian Magetan, Petugas Pengawas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan PPL setempat. Tim gabungan berhasil mengidentifikasi akar penyebab serangan virus terhadap tanaman cabai di daerah tersebut.

“Arahan Pak Mentan Amran memang kita semua harus gerak cepat terjun lapangan, sigap ke petani, kapanpun dan dimanapun, karena petani kerja juga tidak kenal hari libur,” demikian dikatakan Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Hortikultura, Moh Ismail Wahab di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Sementara itu, Sujono, Ketua Kelompok Tani Niti Mulyo mengakui, para petani di daerahnya banyak yang mempraktikkan cara membuahkan kembali tanaman cabai yang sudah tua. Harapan cabai bisa berbuah kembali dengan biaya yang minimal dengan prediksi ada hujan.

“Lha itu lahan dari tanaman cabai sudah tua, apkir, hanya sekitar 3 ribuan meter. Wajar kalau kena jamur dan beluk. Lagi pula tanaman memang mau dibongkar dan akan ditanamai lagi. Wong sudah panen 13 sampai 21 kali,” ujarnya.

Sujono menyayangkan pemberitaan sebelumnya yang tidak sesuai fakta. Padahal lahan terserang penyakit tergolong sempit yakni hanya ribuan meter saja. Tamanan terserang penyakit karena merupakan tanaman apkir.

“Yang diberitakan itu tidak jelas, lahan tanaman siapa, yang diwawancara juga beda, yang masuk berita nama petani juga beda,” sesal Sujono.

Sebagai informasi, dalam pemberitaan dan medsos kemarin, tertulis nama petaninya Tukiran, padahal yang diwawancarai bernama Sarkan. Bahkan Sarkan bukan petani melainkan pekerja di lahan milik orang lain.

“Lahan yang di ramai medsos itu milik pak Agus. Luas lahan 2.500 meter dengan jumlah tanaman 4.500 batang, kok di medsos simpang siur gitu ya,” ucap Sujono.

Koordinator POPT Kabupaten Magetan, Sumarlan mengatakan, hasil pengamatan pihaknya di Desa Nitikan dan Pacalan, serangan virus terhadap tanaman cabai prosentasenya sangat rendah dan tidak sampai meluas. Faktanya tak lebih dari 1% (yang terserang virus), hanya pada luasan 0,2 hektaran atau sekitar 3.400 an batang cabai keriting.

“Padahal satu Kecamatan Plaosan luas lahan cabai mencapai 6.488 hektare. Jadi sangat kecil sekali yang terserang. Tak sampai berhektare-hektare di tiga desa terserang semua seperti yang diberitakan. Ngawur itu beritanya,” katanya.

Menurut Sumarlan, beberapa tanaman memang ada yang terkena gangguan jamur tapi jumlahnya sedikit. Penyebab serangan virus dan jamur pada cabai karena petani tidak serempak waktu tanamnya. Selain itu cara budidaya cabai dinilaianya masih asal-asalan, semaian benih sudah terinfeksi virus serta baby bag yang tidak dilepas saat tanam sehingga menyebabkan perkembangan akar dan pertumbuhan tanaman terganggu.

“Penggunaan pestisida juga cenderung asal, karena petani rata-rata belum bisa membedakan antara hama, penyakit, atau fungi (jamur). Semua disamaratakan. Yang terjadi bukannya menekan malah membuat hama penyakit makin kebal,” terangnya.

“Waktu ada air, petani menggunakan sistem ‘leb’ dengan drainase yang kurang baik sehingga tanah menjadi lembab dan rentan ditumbuhi jamur,” imbuh Sumarlan.

Kasubdit Cabai dan Sayuran Buah Ditjen Hortikultura, Mardiyah Hayati menyarankan agar para petani bisa memperbaiki tatacara budidaya cabai yang baik dan benar. Penting sekali petani menerapkan manajemen tanaman sehat, yaitu mulai dari benih sehat, bebas hama dan penyakit dan diseleksi sebelum ditanam.

“Coba lakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan satu famili. Jangan menanam cabai terus-terusan nyambung dengan cabai lagi atau tomat,” kata Mardiyah.

“Pengairan sebaiknya pakai sistem kocor. Pucuk tunas sebaiknya dipotong sebelum benih dibawa ke lapang untuk mengurangi vektor penyakit atau hama,” tambahnya.

Sumber : https://news.okezone.com/read/2019/07/02/1/2073616/beredar-kabar-ladang-cabai-di-magetan-diserang-virus-ini-faktanya

(ris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *