Rabu, November 21

Bimtek Teknologi Tumpangsari Mendukung UPSUS Pajale Kabupaten Blitar

Blitar, 28 Oktober 2018. Dalam rangka mendukung program UPSUS Pajale, BPTP diundang oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar untuk menjadi narasumber dalam acara “Sosialisasi Teknologi Tumpangsari dalam rangka mendukung UPSUS Pajale di Kabupaten Blitar”. Acara ini diagendakan oleh Diperta Blitar mengingat materi ini sangat dibutuhkan sebagai materi pendampingan oleh petugas di lapangan.

Acara dibuka oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Blitar Ir. Nevi setyabudi M.Si, dihadiri oleh tim UPSUS BPTP Jatim, penyuluh, mantri tani dan ketua gapoktan. Adapun keseluruhan peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah berkisar 66 orang.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari BPTP Jatim memberikan penjelasan terkait dengan aspek teknis teknologi tumpangsari Pajale dan upaya peningkatan produktivitas lahan. Dengan teknologi tumpangsari ini, diharapkan Optimalisasi LTT dapat tercapai dan pendapatan petani juga meningkat.

Program tumpangsari Pajale di Kabupaten Blitar sebagian akan dilaksanakan pada tahun 2019. Pada tahun 2018 ini Diperta mendapatkan alokasi kegiatan tumpangsari pajale di dua kecamatan yaitu di Kecamatan Wates seluas 310 ha dan Ponggok 100 ha. Jenis tumpangsari adalah padi-jagung dengan menggunakan benih jagung Bisi-18 dan benih padi ciherang.

Para petani yang hadir sangat antusias dalam mengikuti bimtek tersebut, terlihat dari semangat petani dalam bertanya terkait teknologi yang dianjurkan, permasalahan yang banyak ditanyakan petani dan petugas adalah terkait jarak tanam yang dianggap terlalu rapat dan dapat menurunkan produktivitas. Petani berharap ada solusi terkait dengan permasalahan tersebut. Pemateri dari BPTP menyampaikan bahwa untuk kegiatan ini akan digunakan varietas padi dan jagung yang memang cocok untuk ditumpangsarikan. Terkait jarak tanam bisa sedikit menyesuaikan dengan kondisi lahan setempat sehingga diharapkan tidak terjadi penurunan produktivitas.

Melalui bimbingan teknis tentang teknologi ini, diharapkan petani dapat mengadopsi sistem tanam tumpangsari tersebut dengan aplikasi penanaman sesuai dengan kondisi tanah masing-masing, sehingga hasilnya sesuai dengan harapan petani.

Terkait program tumpangsari ini, BPTP Jatim ditugaskan mendampingi kegiatan pengembangan tumpangsari Pajale dengan mengoptimalkan peran Korwil BPTP di masing-masing kabupaten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *