Rabu, November 21

Bimtek Teknologi Tumpangsari Mendukung UPSUS Pajale Kabupaten Sampang

Sampang, 16 Oktober 2018 – Mendukung program UPSUS Pajale untuk mewujudkan swasembada pangan, bertempat BPP Kecamatan Karangpenang, BPTP Jatim mengadakan “Bimtek Optimalisasi LTT melalui Teknologi Tumpangsari dalam rangka mendukung UPSUS Pajale Jatim”.

Acara dibuka oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Ir. Suyono, M.Si dihadiri oleh tim UPSUS BPTP Jatim, penyuluh, mantri tani dan kelompok tani dari tiga kecamatan calon lokasi kegiatan Tumpangsari yaitu, Kecamatan Sokobanah, Robatal dan Karangpenang. Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah 55 orang.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari BPTP Jatim memberikan penjelasan terkait dengan aspek teknis teknologi tumpangsari Pajale dan upaya peningkatan produktivitas lahan. Dengan teknologi tumpangsari ini, diharapkan Optimalisasi LTT dapat tercapai dan pendapatan petani juga meningkat.

Adapun program tumpangsari Pajale yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sampang adalah seluas 50 Ha di kecamatan Sokobanah, Robatal dan Karangpenang.

Para petani yang hadir sangat antusias dalam mengikuti bimtek tersebut, terlihat dari beberapa pertanyaan dan permasalahan yang umum dihadapi oleh petani di daerah tersebut yaitu terkait kesuburan tanah dan ketersediaan air. Petani berharap ada solusi terkait dengan kondisi lahan kering di lokasi mereka yang tingkat kesuburannya rendah. Pemberian pupuk organik secara intensif dan biodekomposer merupakan salah satu teknologi anjuran untuk mengatasi tingkat kesuburan tanah yang rendah.

Melalui bimbingan teknis tentang teknologi ini, diharapkan petani dapat mengadopsi sistem tanam tumpangsari tersebut dengan aplikasi penanaman sesuai dengan kondisi tanah masing-masing, sehingga hasilnya sesuai dengan harapan petani.

Disela kegiatan ini, petani dan petugas juga menyampaikan keluhan mereka terkait harga kedelai yang biasanya anjlok di musim kemarau, sehingga petani semakin enggan bertanam kedelai dan memilih komoditas jagung sebagai penggantinya. Teknologi tumpangsari menjadi salah satu solusi permasalahan ini, dimana dengan tumpangsari ini diharapkan petani dapat menanam jagung dan kedelai secara bersamaan.

Terkait program tumpangsari ini, BPTP Jatim ditugaskan mendampingi kegiatan pengembangan tumpangsari Pajale baik dalam pengawalan teknologi maupun pendampingan dalam bentuk demplot Tumpangsari Pajale dengan fasilitasi dari BPTP Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *