Sabtu, Desember 7

BPTP Balitbangtan Jatim, Hadir Dengan inovasi Teknologi Peningkatan IP PAJALE di Kab. Sampang

Sampang, 5 November 2019 – Kegiatan temu lapang inovasi teknologi peningkatan IP PAJALE yang kali ini bertempat di Desa panyepen, Kec. Jrengik, Kab. Sampang merupakan salah satu upaya penderasan hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, stake holder terkait diajak untuk menyaksikan langsung upaya peningkatan IP Pajale yang telah dilaksanakan di lokasi kegiatan selama 2 tahun berturut-turut. Hasilnya, di musim MK2 ini kita dapat melihat hamparan jagung seluas 28 hektar di lokasi kegiatan, sebelumnya di musim yang sama hanya ada 5 hektar tanaman di lokasi tersebut. Data ini disampaikan oleh penyuluh pendamping dalam testimoninya.

Dalam upaya peningkatan IP ini, BPTP JATIM bersinergi dengan Diperta dan kelompok tani telah melakukan Upaya-upaya Optimalisasi pemanfaatan sumber daya air melalui pompanisasi, pembuatan sumur dangkal dan pipanisasi. Selain hal itu, tahun ini BPTP Jatim mengenalkan teknologi budidaya tumpangsari jagung dan kedelai dengan sistem tanam rapat sehingga dari lahan yang sama petani dapat panen dua komoditas sekaligus.

Dalam sambutannya kepala BPTP Jawa Timur Dr. Chendy Tafakresnanto, MP berharap desa panyepen dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam meningkatkan produksi pertaniaannya melalui optimalisasi sumber daya air yang melimpah pada kawasan tersebut. Serta berharap supaya inovasi yang telah dilaksanakan dapat disebarluaskan ke desa-desa lain dalam uapaya peningkatan pendapatan petani.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Sampang Ir. Suyono, M.Si, yang dalam sambutannya menghimbau kepada para petani untuk bisa saling bersinergi antara pemerintah pusat maupun daerah. Dinas pertanian Sampang sendiri membuka pelayanan selebar-lebarnya untuk para petani, mulai dari konsultasi hingga bantuan-bantuan yang dapat dirasakan langsung oleh para petani.

Kegiatan temu lapang yang di hadiri oleh 60 peserta dari kelompok tani, perugas pertanian setempat, Sekretaris Camat Jrengik, Kepolisian serta Danramil Jrengik dan Babinsanya. Acara diakhiri dengan diskusi dan peninjauan lapang di lokasi demplot tumpangsari jagung dan kedelai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *