Rabu, Agustus 22

BPTP Jatim galakkan Bioindustri Berbasis Tebu

KEDIRI – Bahwa Kementerian Pertanian telah menjadikan bioindustri salah satu penentu dalam pembangunan pertanian Indonesia berkelanjutan, sebagaimana tertera dalam Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) 2015-2045. Hal inilah yang menjadi dasar BPTP Balitbangtan Jawa Timur dalam mengembangkan bioindustri dengan mempertimbangkan kearifan lokal, yaitu bioindustri berbasis tebu.

Kediri merupakan salah satu wilayah sentra produksi tanaman tebu yang sangat potensial di Jawa Timur. Untuk itulah maka salah satu lokasi kegiatan bioindustri BPTP Balitbangtan Jawa Timur menjadi lokasi pembelajaran bagi sejumlah 40 mahasiswa magang dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Islam Kadiri (UNIKA), menjalankan fungsi edukasi terkait pengembangan bioindustri berbasis tebu di Desa Blabak, Kec. Kandat, Kabupaten Kediri, pada hari Selasa, 15 Mei 2018.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Tri Sudaryono sebagai penanggung jawab kegiatan memberikan penjelasan umum terkait Kegiatan Bioindustri Berbasis Tebu sekaligus pemanfaatan olahan hasil tanaman tebu untuk berbagai produk yang bernilai ekonomi.

Selanjutnya pada waktu yang sama dilakukan praktek pembuatan gula merah cair dan kecap, yang merupakan produk derivat tebu yang dapat dikembangkan di lokasi tersebut, yang disampaikan dan dibimbing oleh Ir. S.S. Antarlina, MS.

Seperti kita ketahui bahwa gula merah cair dan kecap merupakan produk yang cukup prospektif untuk dikembangkan pada industri olahan di daerah tersebut, sehingga dapat menumbuhkan ekonomi perdesaan. Kecap merupakan produk tradisional yg mudah dibuat oleh industri rumah tangga, namun sangat diminati masyarakat umumnya. Sehingga produk kecap dapat terus dikembangkan baik sebagai industri rumah tangga untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, juga dikembangkan pada industri yang lebih luas.

Saat ini produk gula merah cair belum populer sebagaimana gula merah padat. Produk gula merah cair merupakan produk yang sangat inovatif dan lebih efisien untuk digunakan oleh industri makanan karena tidak perlu mencairkan kembali produk gula merah padat saat proses produksi. Demikian pula untuk keperluan rumah tangga, gula merah cair sangat praktis digunakan.

Bioindustri berbasis tebu, maupun komoditas potensial lainnya merupakan masa depan pertanian Indonesia yang perlu dikembangkan dan BPTP Balitbangtan Jawa Timur berupaya untuk terus melakukan inovasi teknologi pertanian dalam rangka pengembangan bioindustri berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *