Jumat, Desember 14

BPTP Jatim Gelar Bimtek Aneka Olahan Makanan Berbasis Jagung

SITUBONDO – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) pengolahan produk berbasis jagung, Kamis (23/08). Acara yang berlangsung di kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Situbondo itu untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tanaman pangan di Kota Santri.

Kepala DKP Kabupaten Situbondo, Ir. Budi Priono, M.Si mengatakan, konsumsi jagung di Situbondo saat ini sebesar 2,3 kilogram/kapita/tahun. Sedangkan produksi jagung telah mencapai 300 ribu ton. “Tentu, ini menjadi peluang dalam upaya peningkatan daya saing produk pertanian, khususnya jagung,” ujarnya.

Budi menjelaskan, terintegrasinya sektor agribisnis  dari hulu ke hilir tidak hanya menjamin kontinuitas produksi dan pasokan produk pertanian. Melainkan diharapkan dapat menumbuhkan kelembagaan ekonomi dalam skala kecil (rumah tangga).

Kata dia, tumbuhnya kelembagaan ekonomi skala rumah tangga dapat didorong oleh pendayagunaan di sektor agribisnis hilir dalam bentuk kegiatan pengolahan produk pertanian. Inilah yang dapat memberikan nilai tambah dan daya saing produk pertanian, sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan pendapatan rumah tangga.

“Komoditas tanaman pangan semisal jagung pun dapat menjadi salah satu produk yg dapat menghasilkan nilai tambah, apabila kita lebih jeli dalam melihat peluang pasar,” ujarnya.

Karena itu, terangnya, bimtek ini bisa menjadi langkah awal meningkatkan kemampuan ibu rumah tangga dalam membuat produk olahannya berbasis jagung. Kata dia, produk olahan berbasis jagung sangat diminati karena dapat menjadi alternatif panganan yang sehat. “Cocok untuk konsumen dengan gangguan keseimbangan gula serta mulai diminati kalangan muda,” imbuh Budi.

Ir. Sri Satya Antarlina, MS, peneliti pasca panen BPTP Jawa Timur berharap, melalui bimtek itu, peserta memperoleh keterampilan baru dalam pengolahan produk. Selain itu, dapat mengembangkan diversifikasi produk industri berbasis jagung.

“Silahkan segera mencoba.Kami dari BPTP siap memberikan  pendampingan dalam aspek teknologi, baik on-farm maupun off-farm,” terang perempuan yang juga menjadi narasumber dalam bimtek itu.

Sementara itu, hasil kajian oleh peneliti pasca panen dari BPTP Jatim diketahui bahwa, peningkatan nilai tambah menjadi olahan jagung berkisar 100-200 persen.

Acara bimtek diikuti 30 peserta. Mayoritas dari ibu-ibu pengusaha industri rumah tangga dan  penyuluh pertanian lapang (PPL) perwakilan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan.

Bimtek terbagi dalam dua sesi. Di sesi pertama, disampaikan materi aneka olahan berbasis jagung dan analisis ekonomi oleh tiga orang narasumber peneliti bidang pasca panen dan sosial-ekonomi BPTP Jatim. Masing-masing Ir. Sri Satya Antarlina, Ir. Tutik Setyawati MP, dan Ir. Harwanti.

Sedangkan sesi kedua dilanjutkan dengan praktik olahan pembuatan tepung jagung,  es krim jagung, onde-onde jagung “ketawa”, kerupuk jagung. Ada juga praktek stick jagung, wingko jagung, brownies kukus, kaastengels, dan tortilla jagung. (bib/pri/adv)

sumber:https://www.radarbanyuwangi.top/2018/08/bptp-jatim-gelar-bimtek-aneka-olahan.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *