Kamis, Oktober 18

BPTP JATIM Gelar Bimtek Tumpangsari Padi-Kedelai di Mojokerto

(Mojokerto, 05/10/2018) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Jawa Timur bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto mengadakan Rapat Koordinasi Kegiatan tanaman serealia. Dalam kegiatan ini, BPTP Balitbangtan Jawa Timur juga memberikan bimbingan teknis teknologi tumpang sari padi-kedelai pada calon petani calon lokasi (CPCL) tumpang sari di Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto.

Ir. Zainal Arifin, MS peneliti BPTP Balitbangtan Jawa Timur mengungkapkan bahwa ada peluang besar teknologi tumpang sari untuk dikembangkan. Tumpang sari dapat dilakukan di lahan kering maupun lahan sawah irigasi. Keuntungan tumpangsari adalah efisiensi penggunaan pupuk karena dalam proses pemupukan tanaman bisa mensuplai kebutuhan dua jenis tanaman, efisiensi penggunaan air serta efisiensi biaya usaha tani yg berujung pada peningkatan pendapatan petani.

Tanaman tumpangsari memang memiliki produktivitas pertanaman yang lebih rendah. Namun, dalam tumpang sari ada dua jenis tanaman sehingga ada keuntungan ganda sebagai tambahan pendapatan. Teknologi yang dianjurkan di lahan kering adalah tanpa olah tanah (TOT) atau dengan olah tanah minimum.

Potensi serangan gulma yg mungkin muncul dapat ditekan dengan penggunaan mulsa. Kebiasaan petani di wilayah mojokerto yang menggunakan teknik sebar dalam budidaya kedelai dapat diperbaiki dengan menanam kedelai sesuai jarak tanam tanpa tugal. Hal ini dapat mengurangi kekhawatiran akan benih mati karena adanya air yang mengenang karena kondisi tanah yg bersifat liat.

Petani yang hadir menyampaikan ketertarikannya dengan pemaparan sistem tumpang sari terutama jagung dan kedelai. Petani juga berharap dengan tumpang sari ini keuntungan yang diperoleh dapat lebih tinggi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *