Sabtu, Desember 7

BPTP Jatim gelar Pra-FGD, Susun Grand Design dan Roadmap Kawasan Pertanian Kedelai Berbasis Korporasi Petani

Lamongan, 6 November 2019 – Bertempat di Balai Desa Kedungbanjar Kecamatan Sugio Kab. Lamongan, BPTP Jatim menggelar Pra-FGD ( _Focus Group Discussion_ ) terkait Kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Komoditas Kedelai Berbasis Korporasi Petani. Adapun kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut hasil kerja Tim Monev BPTP Jatim dimana nantinya melalui FGD dapat diperoleh solusi tepat untuk pengembangan kawasan korporasi tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Kedung banjar mengapresiasi BPTP Jatim yang telah memilih Desa Kedung Banjar sebagai lokasi pendampingan. Selanjutnya disampaikan laporan hasil display oleh penjab kegiatan, Ir. Amik Krismawati, MP, yang intinya menyimpulkan bahwa varietas Dena memiliki provitas tertinggi yaitu 2,2 ton/ha dibandingkan VUB lain (Dega, Dering, Devon) dan varietas pembanding (Wilis). Varietas Dena menjadi varietas yang paling diminati dalam hal keragaan tanaman, selain berumur genjah dan jumlah polongnya banyak. Penjab pun bersedia memberikan bantuan benih Dena untuk ditanam pada tahun 2020.

Dalam arahan Kepala UPTD Kab. Lamongan Budi Harnowo, SP, MMA, sekaligus membuka acara tersebut, diharapkan kegiatan display ini dapat membangun korporasi yang kuat di kecamatan tersebut guna terjaminnya ketersediaan pasar dan harga bagi komoditas kedelai.

Acara pra-FGD dipandu oleh tim Penyuluh/Peneliti BPTP Jatim, Ir. Kasmiyati, M.Si dan Juliana C. Kilmanun, SP, M.Si, dengan materi sbb: (a) Pengertian pengembangan komoditas kedelai berbasis korporasi petani; (b) Penjelasan hasil analisis diagnostik kelembagaan kelompok di Kecamatan Sugio di bulan April 2019.

Dalam sesi pendalaman masalah menunjukkan bahwa faktor harga, pengairan, dan hama penyakit sebagai kendala utama dalam budidaya kedelai di Desa Kedung Banjar Kecamatan Sugio Lamongan. Untuk itu maka penyelesaian masalah utama salah satunya membangun korporasi dengan memperkuat kelembagaan ekonomi (LKM/PUAP) sehingga posisi tawar petani menjadi lebih kuat dan mampu untuk menaikkan harga jual produk kedelai.

Adapun lokasi kegiatan memiliki potensi untuk dibangun korporasi karena merupakan salahsatu lokasi sentra kedelai dengan provitas eksisting 1,7 ton/ha, melibatkan sumberdaya sejumlah 38 poktan di 9 Desa lingkup Kecamatan Sugio yang bertanam kedelai pada saat musim kemarau (MK) II.

Harapannya kegiatan Pra-FGD ini mampu menggali permasalahan yang ada secara akurat, sehingga diperoleh solusi tepat untuk pengembangan kawasan korporasi berbasis kedelai yang mapan dan berdampak besar bagi kesejahteraan petani kedelai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *