Sabtu, Desember 7

BPTP Jatim Siap Lanjutkan Tongkat Estafet Kostratani di Jatim

Suksesnya pembangunan pertanian yang salah satunya bertujuan untuk mencapai kedaulatan pangan nasional perlu didukung oleh semua pihak. Kementerian pertanian sebagai pun menyusun kebijakan pertanian yang didasarkan pada berbagai kajian teknis, ekonomis dan sosiologis. Tajamnya penyusunan kebijakan ini perlu didukung oleh data dukung yang valid dari sumber yang kredibel (Singe Datasource). Baru-baru ini, Kementerian Pertanian pun telah meluncurkan program Komando Strategis Pembangunan Pertanian atau yang lebih dikenal dengan sebutan KOSTRATANI.

KOSTRATANI merupakan upaya penguatan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai kelembagaan penyuluhan diberbagai tingkat agar tugas, fungsi dan perannya sebagai terarah guna mendukung penyediaan pangan, peningkatan produksi dan produktivitas dan peningkatan kesejahteraan petani. Kedepan, BPP akan menjadi simpul utama dari sinergi berbagai instansi yang terlibat.

Hari ini (18/11/2019) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur menggelar rapat koordinasi internal terkait pelaksanaan KOSTRATANI. Kepala BPTP Jatim Dr. Chendy Tafakresnanto yang memimpin jalannya rapat dihadapan 34 koordinator wilayah (LO) dari seluruh Kabupaten/Kota menyampaikan bahwa dalam KOSTRATANI, BPP menjadi pusat berbagai data dan informasi pertanian, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran dan konsultasi pertanian serta jejaring kemitraan yang lebih luas. Penguatan infrastruktur fisik dan sumber daya manusia (SDM)

“Di tingkat nasional tongkat estafet KOSTRATANI berawal dari Kementerian Pertanian dengan sebutan KOSTRANAS yang secara hirarkis memiliki hubungan koordinasi, pelaporan dan dengan jenjang di bawahnya antara lain KOSTRAWIL untuk lingkup provinsi, KOSTRADA untuk lingkup Kabupaten/Kota serta KOSTRATANI di tingkat BPP“, terang Chendy.

Dalam rapat juga dibahas tentang percepatan implementasi KOSTRATANI di 6 Kabupaten di Jatim yaitu: Bojononegoro, Ngawi, Jember dan Lamongan. Terdapat 12 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur menjadi target. Dari kedua belas wilayah tersebut ada 6 wilayah proyek percontohan (Pilot Project) yang diproyeksikan sudah operasional saat akhir Desember tahun ini.

KOSTRATANI merupakan jawaban Kementerian Pertanian dalam menyelesaikan polemik dan simpang siur data produksi pertanian. Dengan merangkul berbagai Kementerian/Lembaga yang menjadi pemangku data pertanian, program ini juga menjadi program 100 hari Menteri Pertanian terpilih Shahrul Yasin Limpo.

#KOSTRATANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *