Kamis, Oktober 18

BPTP Jawa Timur Memfasilitasi Kerjasama  Pemasaran Benih Kacang Tanah Hypoma-1 dengan  PT. Dua Kelinci

Kegiatan pengembangan bioindustri berbasis kacang tanah yang dilakukan oleh BPTP Jawa Timur di Tuban telah memasuki tahun keempat, salah satu yang berpotensi untuk dikembangkan adalah agribisnis perbenihan kacang tanah var Hypoma-1. Hal ini karena varietas Hypoma-1 mampu memberikan hasil sekitar 30% lebih tinggi dibanding varietas lokasl Tuban yang biasa ditanam petani. Di samping itu, karena polongnya dominan berbiji dua dengan bentuk polong bagus maka varietas ini sangat disukai dan dapat diterima sebagai bahan baku kacang polong/kacang garing di PT. Dua Kelinci (PT. DK). Untuk mempercepat pengembangan varietas Hypoma-1 tersebut maka perludikembangkan agribisnis perbenihannya.

Dengan bimbingan BPTP Jawa Timur dan BPSB, kelompok tani  Mulyo dan kelompok tani Karya Tani telah melakukan usaha perbenihan kacang tanah var. Hypoma-1  sejak tahun 2016. Benih telah mendapatkan bersertifikat dari BPSB. Namun demikian pemasaran benih tersebut masih belum bisa meluas dan kontinyu.  Penjajakan kerjasama pemasaran  benih di samping untuk wilayah Tuban juga dilakukan ke luar daerah seperti Bali, Lampung dan beberapa daerah lainnya di Jawa Tengah. Sosialisasi var tersebut kepada petani juga telah dilakukan. Penjajakan kerjasama pemasaran benih Hypoma-1 juga dilakukan dengan industri kacang tanah  PT. DK di Pati.

Penjajakan kerjasama pemasaran benih dengan PT. DK ini dilakukan karena beberapa alasan :

  1. DK sedang mencari varietas  kacang tanah berpotensi hasil tinggi dan penampilan morfologi polongnya sama atau lebih baik dari varietas lokal Tuban, dan semua itu ada pada var Hypoma-1. Pihak PT. DK telah melakukan  monitoring dan kunjungan ke areal bioindusrtri berbasis kacang tanah yang dilakukan oleh BPTP Jawa Timr di Tuban dan berniat menjalin kerjasama dengan   membeli hasil panen var. Hypoma-1 yang dihasilkan oleh kelompok tani bioindustri.
  2. Sejak tahun 2016, DK telah melakukan pembelian hasil kacang tanah secara langsung dari Klp tani Mulyo hingga mencapai lebih 1.000  ton  kacang gelondong basah/fresh.
  3. Pihak DK juga tertarik untuk mendapatkan benih Hypoma-1 untuk promosi kepada petani dan pengembangan di wilayah penyangga, dan pada th 2017 telah membeli benih Hypoma-1 dari Klp Tani Bioindustri Tuban sebanyak 20 ton.

 

Atas dasar itulah BPTP Jawa Timur memfasilitasi kelompok tani untuk melakukan kunjungan ke PT. DK. Kunjungan dilakukan pada tanggal 9 Agustus 2018 dengan peserta berjumlah 10 orang meliputi perwakilan kelompok perbenihan, PPL Pendamping dan team Bioindustri BPTP Jawa Timur. Rombongan diterima langsung oleh Bpk. Sutrisno  (Purchasing Special Manager), Bpk. Moh. Subroto  (Quality Control Manager) dan Bpk. Bambang Sumitro manager pertanaman.

Hasil penting pertemuan tersebut :

  • DK menyambut baik rencana kerjasana perbenihan kacang tanah Hypoma-1 dan kelompok tani diharapkan mengajukan, meskipun secara khusus tidak melakukan bisnis benih.
  • Pembelian benih Hypoma-1 tahun 2017 dari Tuban telah digunakan oleh PT. DK untuk promosi kepada petani di beberapa daerah di Bali,  Wonogiri, Pati,  Jepara dan  daerah lainya. Hasilnya cukup tinggi kecuali di Pati dan Jepara terserang penyakit daun dan laju bakteri. Pihak PT. DK terus mengembangkan dan mendiseminasikan var. Hypoma-1 kepada petani dan hasil panennya akan dibeli oleh PT. DK
  • PT DK akan terus mengenalkan benih var Hypoma-1 dan memfasilitasi pengembangan Hypoma-1 dengan cara : (i) Hypoma-1 lebih utama diterima di pabrik dan ada selisih harga, (ii) mengenalkan benih Hypoma-1 melalui tukar benih dengan var yang biasa ditanam petani yang produktivitasnya lebih rendah dan (iii) akan membuat baliho/poster di Pabrik  dengan pesan varietas Hypoma-1 adalah varietas unggul dan produksi tinggi.
  • Kacang tanah biji kecil untuk kacang sanghai / kacang atom dan olahan lain sangat dibutuhkan oleh PT. DK. Diharapkan Balai Penelitian dapat menghasilkan varietas dengan biji kecil tersebut mengingat selama ini masih harus diimpor dari India.
  • Harga kacang tanah masih bisa turun naik disebabkan karena fluktuasi luasan pertanaman dan kebutuhan bahan baku, akan tetapi harga masih relative baik.
  • Menurut data, luas panen dan produksi kacang tanah di Indonesia terus menurun. Hal ini perlu diantisipasi dengan memasukkan kacang tanah sebagai komoditas prioritas nasional, bila tidak impor kacang tanah akan terus meningkat.

Kujungan lapang

Setelah diskusi,  peserta mengunjungi  demo-plot var Hypoma-1 yang dilakukan oleh PT DK. Keragaan tanaman secara umum sangat baik, pada saat dicabut terlihat polongnya cukup seragam berbiji dua dengan bentuk polong baik (ini merupakan preferensi pabrik PT. DK) dan jumlah polong sekitar 30 per tanaman. Berdasarkan pengamatan kelompok tani, pertanaman seperti itu di Tuban bisa menghasilkan 9-10 t/ha polong basah. Permasalahan yang didiskusikan di lapang antara lain, penyakit layu karena var Hypoma-1 terserang layu di Pati dan Jepara. Menurut deskripsi, Hypoma-1 agak tahan layu. Disarankan agar saluran pembuangan dan lebar petak/bedeng perlu diperhatikan sehingga air bisa tuntas. Di samping itu pergiliran pertanaman sangat disarankan agar penyakit bercak daun dan karat daun dapat ditekan.

 

Kesimpulan dan tindak lanjut

Hypoma-1 mampu menghasilkan sekitar 30% lebih tinggi disbanding lokal Tuban, bentuk polong dan performanya sangat diminati/diterima industri PT. DK, namun pengembangan Hypoma-1 masih terbatas. Untuk itu kegiatanyang perlu didorong adalah diseminasi/sosialisasi Hypoma-1 secara massif kepada petani yang dikuti dengan pengembangan system perbenihannya. Penangkar benih yang telah ada perlu dibantu dalam hal penyediaan benih sumber, teknik produksi dan prosesing benih serta jaringan pemasarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *