Sabtu, Desember 7

Debit Air Mengecil, Sidoarjo Tetap Upayakan LTT

Sidoarjo,9/10/2019. Bertempat di aula Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, digelar rapat koordinasi evaluasi UPSUS guna mencari upaya menghadapi musim kemarau panjang.
Hadir dalam rakor Kepala dinas, Pasiter Kodim 0816, bidang tanaman pangan, mantri tani, koordinator penyuluh dan danramil dari 18 kecamatan di kabupaten Sidoarjo.
Pasiter menyatakan bahwa TNI siap untuk mengawal LTT yg masih rendah.

Kepala bidang tanaman pangan menyambut hangat hal tersebut, berharap babinsa segera merapatkan barisan dengan mantri tani dan penyuluh untuk turun lapang.
Sementara itu, PU pengairan menerangkan bahwa kebutuhan air untuk lahan sawah di Sidoarjo adalah 11 meter kubik per detik, namun realita di lapang hanya 2 meter kubik per detik, sehingga kekurangan air hampir mencai 80%. Dengan debit air terus menurun, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan terus berupaya untuk meminta tambahan debit kepada Perum Jasa Tirta (PU)

Kecamatan Tarik dan Balongbendo kesanggupan LTT di bulan Oktober tercatat nihil. Padahal lokasi lahan dekat dengan pintu air. Menurut Dinas PU Pengairan, dengan debit air yang kecil, tidak mampu naik ke lahan. Namun, lokasi lahan yang berada lebih rendah bisa memperoleh pasokan air.

Di Kecamatan Krembung bulan Oktober kesanggupan LTT tercatat seluas 50 ha, karena ketersediaan air cukup. Kelompok tani di wilayah ini bahkan sudah siap sewa pompa air dan persemaian juga sudah siap. Terdapat 2 Kecamatan yakni Taman, Sidoarjo dan Gedangan yang belum bisa menambah LTT karena masih musim panen. Dari hasil kesepakatan dari 18 kecamatan, bahwa LTT 1-10 Oktober 2019 kabupaten Sidoarjo mencapai 82 ha, dan kesanggupan sampai akhir Oktober 198 ha. Sehingga total 280 ha.

Di penghujung acara kepala Dinas menyatakan bahwa Kabupaten Sidoarjo sebagai penyangga ibukota provinsi, terjadi pengurangan lahan terus menerus. Namun kita tetap harus memenuhi pertanaman padi sebagai variabel ketahanan pangan. Diharapkan kerjasama berbagai pihak untuk mendampingi petani, khususnya di musim kemarau ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *