Sabtu, Desember 7

Demplot Proliga Cabai Balitbangtan Menjadi Pembelajaran Diperta Kab. Banjar, Kalimantan Selatan

Malang, 2 Agustus 2019 – Teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) pada tanaman cabai merupakan inovasi teknologi Balitbangtan sebagai upaya peningkatan produktivitas cabai nasional. Dengan teknologi ini diharapkan produktivitas cabai dapat mencapai >20 ton/ha.

Untuk memasifkan teknologi Proliga cabe ini, BPTP Jatim telah melaksanakan demplot dan pendampingan teknologi Proliga cabai. Salah satu lokasi kegiatan adalah di Desa Bocek, Kec. Karangploso, Malang. Komponen penting dalam teknologi Proliga adalah penggunaan varietas unggul, persemaian sehat, pengelolaan hara, pengaturan populasi tanaman, dan pengendalian OPT.

Untuk mengetahui dan belajar langsung tentang percabaian, BBPP Ketindan mengajak peserta pelatihan budidaya cabai, jeruk, dan kopi dari Dinas Pertanian Kab. Banjar, Kalimantan Selatan berkunjungan ke lokasi kegiatan Proliga cabai BPTP Jatim di Desa Bocek Kec. Karangploso. Peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari Kabid hortikultura, penyuluh, dan POPT.

Peserta kunjungan lapang sangat antusias untuk mempelajari teknologi Proliga cabai ini, salah satu hal menarik yang dipelajari adalah teknologi pemangkasan pucuk pada semaian benih yang dilakukan 2-3 hari sebelum tanam, sehingga jumlah cabang tumbuh semakin banyak. Hal sederhana ini jarang dilakukan oleh petani, karena umumnya petani melakukan pewiwilan pada tunas yang tidak bermanfaat. Titik ungkit produksi lainnya adalah dengan mengatur populasi tanaman menjadi lebih banyak menggunakan sistem tanam zigzag dengan 2 tanaman setiap lubang. Terkait OPT, pengendalian virus gemini menjadi bahan diskusi yang menarik. Pada kajian ini dilakukan cara preventif sejak benih awal semai dengan memberikan imunisasi berupa ekstrak daun bunga pagoda atau daun bayam duri menggunakan pelarut buffer phospat pH 7 serta campurannya.

Melalui teknologi ini, pemerintah berharap produktivitas cabai dapat meningkat secara signifikan. Disisi lain, selain produktivitas yang tinggi, petani sangat mengharapkan andil pemerintah untuk menjaga stabilitas harga cabai yang selama ini cenderung kurang stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *