Rabu, Oktober 16

Evaluasi LTT dan Pelaporan melalui ePDPS

Bangkalan, 27 Agustus 2019 – Data pangan yang akurat sangat diperlukan dalam menentukan arah kebijakan pemerintah terkait pemenuhan pangan nasional termasuk didalamnya sebagai sistem peringatan dini (early warning system) terhadap dampak negatif kekurangan pangan terutama untuk komoditas padi/beras. Untuk mempercepat aliran data tanaman pangan, Kementan dan BPS telah menjalankan sistem pelaporan online baik melalui SIM TP (Sistem Informasi Tanaman Pangan) maupun melalui ePDPS (Penguatan Data Pangan Strategis). Pelaporan juga dilakukan rutin melalui data LTT harian kegiatan UPSUS Pajale. Dalam realisasinya, dari beberapa sistem pelaporan tersebut terkadang ditemukan perbedaan data yang dapat berdampak terhadap kesalahan pengambilan kebijakan.

Didasari oleh hal tersebut diatas, dalam rangka sinkronisasi data pangan dan evaluasi LTT di wilayah pendampingan UPSUS BPTP Jatim, bertempat di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kab. Bangkalan, telah dilaksanakan “Rakor Evaluasi LTT dan Pencatatan PDPS”. Acara Rakor dipimpin langsung oleh Kepala BPTP Jatim dan dihadiri oleh Kabid/Kasie dan petugas data dari Diperta Kab. Bangakalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Gresik dan Sidoarjo. Acara juga dihadiri oleh Korwil BPTP Jatim di Kabupaten yang bersangkutan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait sistem pencatatan PDPS serta sinkronisasi antara data UPSUS, SIM TP dan PDPS. Kepala BPTP Jatim, Dr. Chendy Tafakresnanto dalam arahannya menyampaikan bahwa hendaknya Diperta dan stake holder terkait memberikan laporan pangan yang akurat sesuai dengan realisasi di lapangan serta memperkuat koordinasi antar pihak supaya laporan yang disampaikan seragam baik yang dilaporkan harian, laporan SIM TP dan laporan PDPS. Selain keseragaman laporan, target-target LTT yang telah disepakati bersama hendaknya dapat dicapai dan apabila ditemukan kendala maka dicarikan pemecahan melalui koordinasi dan kerjasama yang baik antar stake holder yang terlibat. Dalam upaya percepatan LTT, BPTP Jatim juga menawarkan stimulan berupa bantuan benih bagi kelompok tani yang akan segera tanam di MK 2 ini.

Selain sinkronisasi data tanaman pangan, dalam Rakor ini dibahas terkait prognosa LTT sampai dengan akhir bulan Agustus untuk masing-masing Kabupaten. Hasil Rakor diperkirakan bahwa masing-masing Kabupaten akan dapat mencapai target LTT yang telah ditetapkan, kecuali untuk Kab. Sidoarjo karena masalah kekeringan. Meskipun begitu akan tetap diusahakan pencapaian target melalui upaya-upaya koordinasi intensif dengan pihak terkait terutama dengan pihak PU Pengairan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *