Rabu, Agustus 22

Fokus Tingkatkan LTT, Sidoarjo Juga Antisipasi Kekeringan dan Munculnya Serangan OPT

SIDOARJO-Capaian LTT di Sidoarjo untuk bulan Juni seluas 5.198 hektar telah melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pertanian seluas 5.001 hektar. Pencapaian ini perlu dikawal secara intensif mengingat saat ini adalah musim kemarau yang berpotensi terjadi kekeringan dan serangan OPT. Kendati kekeringan sempat terjadi di beberapa titik, Sidoarjo yang merupakan wilayah delta tetap menjadi penyanggaswasembada pangan di Jatim. Pemantauan yang berkesinambungan diperlukan untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat gagal panen. Pemanfaatan asuransi pertanian juga perlu dilakukan untuk memberikan jaminan dan kepastian usaha tani.

Tim UPSUS Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jatim mencatat bahwa dari sekitar 3.800 hektar yang ditawarkan, saat ini baru sekitar 60 hektar yang sedang mengajukan asuransi pertanian.

Ditemui disela-sela rapat koordinasi dan evaluasi UPSUS bersama mantra tani, POPT serta para penyuluh pendamping dari 18 kecamatan, Ir. Handajani, MM selaku Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kab. Sidoarjo menekankan agar semua pihak baik dari penyuluh, POPT dan mantri tani untuk tetap melakukan sinkronisasi kegiatan baik peningkatan LTT, produksi maupun upaya-upaya lain dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“ Peningkatan produksi di Sidoarjo dapat diupayakan melalui peningkatan produktivitas dan IP. BPTP Jatim akan mendukung melalui pelaksanaan demfarm seperti Jarwo Super yang merupakan kerjasama antara Diperta Sidoarjo maupun dalam bentuk demonstrasi percontohan bersama Kodim 0816”, Terang Dr. Chendy Tafakresnanto, Kepala BPTP Jatim.

Musim tanam ini, Kabupaten Sidoarjo merencanakan kegiatan tutup tanam pada bulan Juli dengan target LTT sebesar 2.426 hektar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *