Sabtu, Desember 7

Gresik Siap Tanam Padi 600 Ha Dan Jagung 1.300 Ha Di Bulan Oktober

Jika berbicara mengenai UPSUS Pajale, kabupaten Gresik merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi yang cukup tinggi untuk komoditas padi, jagung dan kedelai. Bagaimana tidak, dengan luas baku lahan yang cukup besar kabupaten Gresik mampu memberikan sumbangsih dalam pencapaian swasembada pangan, khususnya di Jawa Timur. Namun, bukan berarti tak ada kendala yang melanda. Gresik juga sangat berpotensi dalam bidang industri, sehingga lahan semakin sempit. Namun pemerintah daerah setempat tidak tinggal diam, dikeluarkan legalitas 24.000 hektar sawah sebagai lahan pertanian abadi.

Hal ini juga didukung oleh pemerintah pusat, melalui program UPSUS Pajale kementerian pertanian memberi dukungan penuh pada kabupaten ini. Melalui BPTP Jawa Timur, pemerintah pusat mendampingi petani dalam mencapai swasembada pangan. Seperti halnya hari ini, untuk menghadapi kemarau panjang, digelar rapat koordinasi di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Gresik bersama TNI dan penyuluh lapang. Hadir dalam acara Kepala Dinas Pertanian beserta jajaran kepala bidang yang membawahi, BPTP Jatim, Dinas PU Pengairan, Pasiter kodim beserta Danramil 18 kecamatan.

Dibuka langsung oleh kepala Dinas Pertanian yang menyampaikan bahwa berdasarkan data iklim tahun 2017 kabupaten Gresik terjadi penurunan curah hujan hingga 85% dan menurut BMKG hanya 20 mm, hal ini dapat dikatakan kering. Sehingga untuk musim tanam kali ini terjadi penurunan dibandingkan musim tanam yang sama pada tahun lalu. Untuk padi kurang 543 ha, jagung kurang 6.340 ha dan kedelai 158 ha. Untuk itu perlu sinergi petugas lapang dan danramil turun ke lapang untuk mengoptimalkan potensi yang ada di wilayah masing-masing.

Demikian pula dengan sarana dan prasarana berupa alsintan yang telah diturunkan oleh pemerintah pusat melalui APBN agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Alsintan yang telah diperoleh kabupaten Gresik dari APBN antara lain traktor roda 2 sebanyak 544 unit, pompa air 271 unit, rice tranplanter 61 unit, handsprayer 65 unit dan traktor roda 4 sebanyak 6 unit melalui Dinas Pertanian. Sedangkan ada pula yang melalui kodim antara lain traktor roda 2 sebanyak 20 unit, traktor roda 4 sebanyak 1 unit, raice tranplanter 5 unit, pompa air 10 unit, excavator 1 unit dan handsprayer 65 unit dalam kondisi baik dan layak.
Hasil kesepakatan prognosa komoditas padi untuk Oktober sanggup menanam 591 hektar November 15.076 hektar dan Desember 11.909 hektar.
Sedangkan untuk komoditi jagung prognosa Oktober 1.324 hektar, November 6.524 hektar dan Desember 1.569 hektar. Dan diharapkan pula, laju LTT ini diikuti dengan produktivitas yang terus meningkat.

Jayalah pertanian Indonesia !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *