Rabu, Oktober 16

Gunakan Bibit Unggul Spesifik Lokasi, BPTP Jatim Mampu Naikkan Produktivitas Jagung di Pasuruan

SURYA.co.id | SURABAYA – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, akhir pekan lalu bersama instansi terkait melakukan panen jagung di wilayah Kabupaten Pasuruan. Panen jagung ini merupakan hasil dari pengembangan cara tanam sesuai dengan langkah yang diberikan oleh BPTP.

“Yaitu penggunaan bibit unggul spesifik lokasi, memperbanyak populasi tanaman, dan penggunaan pupuk yang berimbang,” kata Chendy Tafakrenanto, Kepala BPTP Jatim, Senin (12/11/2019).

Panen jagung itu dilakukan di Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Selain di daerah itu, pada pekan yang sama, hingga akhir pekan ini, panen jagung yang menggunakan program ini dilakukan secara serentak di enam wilayah kabupaten lainnya di Jatim.

Chendy menambahkan BPTP ingin mengembangkan produktivitas jagung di Jatim bisa mencapai 9 hingga 10 ton per hektare.

“Target itu itu, karena melihat potensi lahan dan kebun jagung yang belum dimaksimalkan. Target tersebut diharapkan bisa tercapai pada musim atau tahun tanam jagung selanjutnya,” tambah Chendy.

Ketua Kelompok Tani Desa Kluwut, Cholilulah, menambahkan, bila bantuan benih jagung dan pendampingan dari tim dibawah Kementerian Pertanian ini sangat bermanfaat bagi para petani.

“Kami bersyukur, hasil panen jagung cukup bagus dan harganya juga baik di kisaran Rp 4.900 hingga Rp 5.000 per kilogram. Harapannya, dengan jagung kami ini yang surplus, tidak ada kebijakan pemerintah yang impor jagung. Sehingga produk kami benar-benar bermanfaat untuk kebutuhan dalam negeri,” tukas Cholilulah.

Khusus di wilayah Kabupaten Pasuruan, BPTP mendapatkan bantuan benih jagung dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk areal seluas 7.000 hektar. Sementara di wilayah Kecamatan Wonorejo, total ada 1.400 hektar yang siap panen.

“Dari jumlah itu, dari Desa Kluwut, mencapai 200 hektare dengan produktivitas mencapai 6 ton per hektare,” tambah M Ihwan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan.

Jumlah itu merupakan surplus. Mengingat sebelum adanya program ini dengan tata cara taman yang diberikan, produktifitas hanya dibawahnya, bahkan hanya sekitar 3 ton per hektare saja.

“Tapi saat ini sudah bisa bertambah,” ungkap Ihwan.

sumber:http://surabaya.tribunnews.com/2018/11/12/gunakan-bibit-unggul-spesifik-lokasi-bptp-jatim-mampu-naikkan-produktivitas-jagung-di-pasuruan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *