JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Kategori

Pelepasan Distribusi Benih Pepaya Merah Delima

VUB Pepaya Merah Delima 15.000 bibit siap didistribusikan keseluruh daerah sentra di Jawa Timur yaitu Pacitan,Kediri,Malang, danPonorogo . Sebanyak 2.000 bibit Merah Delima telah didistribusikan ke Kabupaten Pacitan bersamaan dengan acara Saresehan Exit  Strategy TTP Pacitan. Diseminasi VUB Pepaya Merah Delima telah dilakukan melalui berbagai media informasi yaitu ATV, RRI, Radio Pertanian Wonocolo, baner, leaflet dan media informasi lainnya. BPTP Jatim telah melakukan BimbinganTeknis Perbenihan Pepaya Merah Delima bagi penjab pepaya APBNP BPTP se Indonesia yang teknologinya telah diadopsi dan bibitnya telah didistibuksikan keseluruh Indonesia

Kegiatan UPSUS dan Jarwo Super

SIDOARJO.  Kamis(7/12/17) tepatnya di Desa Kedung Kembar Kec.Prambon Kab.Sidoarjo telah dilakansakan Kegiatan UPSUS yang dihadiri oleh 60 orang undangan terdiri atas Kadis Pangan dan Pertanian, Koramil Prambon, Mantri Tani 5 kecamatan terdekat , penyuluh pertanian Kec.Prambon, Kades Kedung Kembar, brigade tanam 3 Kecamatan (Prambon, Tarik dan Krembung).

Dalam sambutanya kadis pangan dan pertanian Kab. Sidoarjo memberikan arahan dan evaluasi tentang kegiatan upsus yang telah dilakukan oleh BPTP Jatim.  Selain itu juga diberikan materi tentang tanam jajar legowo dari BPTP Jatim. Pelaksanaan tanam Jarwo dilakukan  bersama brigade tanam, lahan yang ditanam merupakan dem jarwo super BPTP Jatim seluas 45 ha, dengan jumlah petani sebanyak 65 Orang.

BPTP Jatim Launching Pengembangan Model Pembibitan Ayam KUB Inti-Plasma di Jember

Dalam rangka memperderas adopsi inovasi di bidang peternakan khususnya sektor perunggasan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur telah melaunching pengembangan model pembibitan Ayam KUB Inti-Plasma. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 5 November 2017 ini bertempat di Dusun Krajan, Desa Purwoasri , Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Turut hadir dalam acara antara lain: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kab. Jember, drh.  Andi Prastowo, M.Si bersama Kabid/Kasie dan staf, Dr. Ir. Sudarmadi Purnomo, MS dan Dr. Ir. Quirino Dadang mewakili Kepala BPTP Jatim,  Camat Gumukmas, Kepala Desa Purwoasri, Rika Rachmawati selaku pengelola ayam KUB Inti, Agus Sholehul Huda selaku pengelola Ayam KUB Plasma I, Suroto selaku pengelola Ayam KUB Plasma II serta peternak lain dengan total peserta sejumlah 30 orang. Dalam sambutan pembukanya, Kepala BPTP Jatim menekankan pentingnya penumbuhan kemitraan antara peternak ayam KUB dalam skema model Inti-Plasma yang dapat menjamin keberlanjutan usaha. Selain itu introduksi Ayam KUB melalui model Inti-Plasma diharapkan mampu menjadi pintu awal penyebaran inovasi yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Penggunaan bibit ayam KUB ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan peternak maupun konsumen akan ketersedian telur dan daging yang bersumber dari ayam lokal.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama , Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kab. Jember menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program Ayam KUB di Jember, Beliau menambahkan bahwa Instansinya sangat mendukung adanya kegiatan yang dilakukan oleh BPTP di Jember kedepan. Networking dan kemitraan antara Dinas dan BPTP Jatim perlu terus diperkuat melalui berbagai bentuk kegiatan. Khusus kepada peternak yang hadir, Kepala Dinas juga menekankan pentingnya  kontruksi bangunan perkandangan sertas sanitasi kandang yang baik guna menghindari efek negatif dari  produksi gas ammonia dari feses ayam yang dapat menghambat pertumbuhan ayam selama masa pemeliharaan. 

Kegiatan launching juga diisi dengan serah terima sarana produksi peternakan dari BPTP Jatim kepada para peternak Inti-Plasma meliputi:

  1. Kandang dan perlengkapannya
  2. Ayam pullet sejumlah 300 ekor, Day Old Chick (DOC) Ayam KUB sejumlah 600 ekor untuk peternak Plasma
  3. Pakan ternak sebanyak 3 Ton dan 3,6 Ton masing-masing dialokasikan untuk Inti dan Plasma
  4. Mesin tetas otomatis kapasitas 500 butir sejumlah 5 unit
  5. Obat-obatan untuk ternak unggas sebanyak 1 paket

Acara serah terima dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama Inti-Plasma yang disaksikan oleh Kepala BPTP Jatim dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kab. Jember.

BPTP Jatim Temukan Formula Mengatasi Permasalahan Budidaya Bawang Merah dengan Biji Botani (TSS)

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang strategis, mengingat komoditas ini konsumsinya sangat tinggi sebagai bumbu harian dan harganya fluktuatif. Oleh karena itu tidak mengherankan jika komoditas ini menjadi penyumbang inflasi. Upaya memenuhi kebutuhan konsumsi yang terus meningkat, perlu dicari strategi jitu untuk meningkat-kan produksi bawang merah dalam negeri. Salah satunya adalah dengan mengguna-kan biji botani (TSS) sebagai sumber benih pada budidaya bawang merah. Ada kelemahan utama budidaya bawang merah dengan TSS sebagai sumber benih. Dua kelemahan utama tersebut adalah daya tumbuh/kecambah TSS rendah, dimana secara alamiah hanya pada kisaran 50-60% dan jumlah umbi yang dihasilkan sedikit, umumnya kurang dari 3 siung. Guna mencari pemecahan permasalahan tersebut, BPTP Jawa Timur telah melakukan serangkaian penelitian untuk mendapatkan formulasi zat pengatur tumbuh dan komposisi media untuk pembibitan dan budidaya bawang merah dari TSS. Hasilnya luar biasa, bahan yang melimpah disekitar kita, yaitu air kelapa dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh pada pembibitan dan budidaya bawang merah dari TSS.

Penggunaan air kelapa (muda) pada TSS dan penggunaan media persemaian cam-puran tanah dan kompos perbandingan 1 : 1 mampu meningkatkan daya tumbuh sampai 90%. Selain mampu meningkatkan daya kecambah, penggunaan air kelapa (muda) juga mampu meningkatkan jumlah umbi dan produksi. Penggunaan air kelapa (muda) pada TSS menghasilkan tanaman bawang merah yang mampu menghasilkan jumlah umbi per tanaman lebih dari 3 siung. Secara rinci sebanyak 22,22% menghasilkan jumlah umbi kisaran 4-5 per tanaman; 56,56% menghasilkan jumlah umbi kisaran 5-6; dan sebanyak 22,22% menghasilkan jumlah umbi >6 . Demikian juga bobot basah umbi yang dipanen seberat lebih dari 99 g per tanaman, jika dikonversi per hektar tanaman bawang merah asal TSS yang diperlakukan dengan air kelapa (muda) mampu berproduksi kisaran 30-35 ton umbi basah. Produksi ini dua kali lipat dibandingkan produksi bawang merah yang ditanam dari umbi. (TS)

TTP Pacitan Dirikan Dapur Umum Tanggap Bencana Banjir Dan Tanah Longsor Di Pacitan

Pusat Kabupaten Pacitan terletak di lembah cekungan dengan ketinggian di bawah 100 mdpl. Pusat kabupaten itu dikelilingi perbukitan dan pegunungan  kecuali sebelah selatan karena berbatasan dengan Samudera Hindia. Persis di sisi timur pusat kabupaten terdapat aliran Sungai Grindulu yang  mengalir dari utara ke selatan. Jumlah luasan tanah datar di kabupaten ini hanya 5-10% dari luasan total Kabupaten Pacitan sisanya perbukitan dan pegunungan. Satu Kecamatan  Pacitan saja (pusat di  kabupaten). 10 kecamatan yang lain tersebar di perbukitan dan pegunungan yang mengelilingi.

Akses masuk ke Kabupaten Pacitan hanya ada 3 jalur yang masing-masing jalur tersebut dapat ditempuh selama 1,5 - 2 jam melalui topografi pegunungan untuk bisa mencapai pusat kabupaten. Jalur 1, dari arah utara yaitu dari Ponorogo dan hanya ada 1 jalur utama (jalur provinsi). Saat ini jalur tersebut lumpuh karena longsor di daerah Tegalombo. Jalur 2 dari arah timur yaitu dari Kabupaten Trenggalek dan hanya ada 1 jalur utama yang dikenal JLS (Jalur Lintas Selatan). Jalur tersebut juga lumpuh karena daerah timur Kab. Pacitan yang saat ini juga banjir dan terdapat beberapa titik longsor (Ngadirojo dan Sudimoro). Jalur 3, di arah barat yang kemudian bercabang ke arah Solo (via Wonogiri) dan Jogja (via Gunung Kidul). Dari arah Wonogiri ada giriwoyo dan Baturetno yang saat ini banjir. Dari arah Jogja ada Pracimantoro dan Gunung Kidul yang juga banjir parah.

Bencana banjir Tanggal 28 November di Kabupaten Pacitan merupakan bencana banjir yang terparah pada tahun 2017 di Propinsi Jawa Timur. Akibat dari siklus cempaka mengakibatkan bencana lonsor dan banjir dibeberapa kecamatan serta mengakibatkan akses jalan terputus di tiga kabupaten yaitu akses di Kabupaten Ponorogo,

Adanya bencana mengundang beberapa elemen secara sigap turut membantu korban bencana alam tersebut untuk itu segenap partisipasi dari berbagai pihak telah turut membantu, salah satunya Taman Teknologi Pertanian (TTP) Pacitan yang terletak di Kecamatan Pringkuku dan merupakan Binaan Dari BPTP Balitbangtan Jawa Timur juga turut aktif membantu korban bencana alam yang ada di Kab. Pacitan dengan mendirikan dapur umum yang menyediakan makanan bagi korban bencana. Hal ini dilakukan sesuai dengan instruksi Bupati kepada seluruh jajaran di bawahnya untuk membantu penyaluran logistik di setiap kecamatan yang tidak terkena bencana banjir dan longsor. Penyediaan makanan berupa nasi bungkus dengan jumlah 500 bungkus per hari telah didistribusikan ke lokasi yang terkena bencana dan posko penampungan dari korban banjir dan longsor. Dalam upaya mendukung kegiatan tersebut, BPTP Jawa Timur juga telah mengadakan penggalangan dana yang diberikan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor tersebut. Keberadaan TTP Pacitan selain diharapkan mampu memberikan pelayanan prima dalam bidang inovasi pertanian juga dapat berkontribusi dalam bentuk kesiapan dan tanggap darurat bencana alam.

BPTP Jatim Inisiasi Rakor Evaluasi dan Percepatan LTT Pajale di Madura

Upaya Khusus (UPSUS) pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai (Pajale) terus mendapat pengawalan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. Hal ini terbukti dengan terselenggaranya rapat koordinasi  dalam rangka evaluasi dan percepatan luas tambah tanam (LTT) di Kabupaten Sumenep dan Pamekasan pada tanggal 24 November 2017. Rapat koordinasi yang diinisiasi oleh BPTP ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Pasiter dan Danramil dari seluruh Kecamatan di wilayah Sumenep, Mantri tani, Koordinator Petugas Penyuluh Lapang (PPL) dan kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang membidangi sektor pertanian dengan jumlah peserta mencapai 87 orang. Dalam sambutan pembukanya, Kepala Dinas Pertanian Kab. Sumenep yang diwakili Sekretaris Dinas Pertanian sangat mengapresiasi kerja sama yang solid antara TNI, dinas terkait dan BPTP Jatim dalam rangka pencapaian target UPSUS. Beliau menambahkan bahwa  target LTT periode APSEP saai ini telah mencapai 127,9% dengan capaian luasan LTT 423 Ha karena didukung oleh adanya LTT padi gogo yang mencapai ribuan hektar di wilayah Sumenep. Namun demikian, puncak LTT diprediksi akan terjadi pada bulan Januari-Maret 2018. Sementara itu, tim dari BPTP Jatim menyampaikan bahwa target yang akan dicapai memerlukan usaha dan kerja sama yang solid antar stakeholder dan BPTP Jatim menyatakan kesiapannya dalam aspek teknologi produksi Pajale. Selain itu, upaya sikronisasi data LTT dinilai perlu dilakukan terutama menjelang Musim Hujan (MH) 2017 yang sangat berpeluang dalam mendukung percepatan LTT melalui pemanfaatan lahan kering. Berbeda halnya dengan di Sumenep, Kepala Dinas Pertanian Kab. Pamekasan dihadapan 55 orang undangan rakor yang terdiri dari Pasiter, Danramil , Mantri tani dan PPL, memaparkan bahwa capaian LTT periode APSEP mencapai 64,2% dari target yang ditetapkan dengan capaian LTT Oktober-November seluas 433 Ha. Capaian target LTT di Pamekasan lebih rendah disebabkan adanya pertanaman tembakau dengan luasan mencapai 25.000 Ha saat Musim Kemarau (MK) 2017. Hasil identifikasi di lapangan juga diperoleh informasi bahwa saat ini petani di wilayah Pamekasan sudah melakukan persiapan tanam dan kegiatan tanam dijadwalkan akan dimulai ketika musim hujan sudah tiba. Hal ini tentu diharapkan dapat mempercepat LTT kedepan. Pemanfaatan potensi hujan guna optimalisasi LTT ini dapat dilakukan dengan pemberian stimulan kepada petani berupa bantuan benih padi dan kedelai serta dukungan teknologi produksi yang siap diberikan oleh BPTP Jatim.

BPTP Jatim Siap Produksi Biji Botani (TSS) Bawang Merah

Peningkatan produksi bawang merah dengan mutu yang baik dapat dilakukan dengan penggunaan biji botani (TSS). Kegiatan pengkajian dan produksi  bawang merah TSS sudah dilakukan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur sejak 2016 dengan Varietas Trisula dan Biru Lancor dengan produktivitas masing-masing sebesar 11,5 kg dan 9,7 kg per 1000 m2. Kegiatan ini terus berlanjut pada tahun 2017 dengan menggunakan Varietas Bima Brebes, Trisula dan Biru Lancor dan melibatkan 5 petani kooperator yang tergabung dalam Gapoktan Mitra Arjuna di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Batu. Untuk mendukung keberhasilan dan keberlanjutan produksi TSS di Jawa Timur maka  BPTP Jatim bekerja sama dengan Puslitbang hortikultura dan Balai Besar Mekanisasi Pertanian  dan telah menerima alat prosesing TSS yang terdiri dari : alat pengering, alat pemecah kapsul dan alat pemisah biji.

Sedangkan dalam rangka kegiatan diseminasi teknologi TSS ini BPTP Jatim bekerja sama dengan Balai Besar Penyuluh Pertanian (BBPP) Ketindan Lawang telah berhasil melatih 30 orang Penyuluh dan 30 orang petani bawang merah  dari NTT, NTB, Bali, Jateng dan  Jatim untuk memproduksi TSS.  Diharapkan dari hasil pelatihan produksi TSS maka petani dan penyuluh mampu menerapkan ilmunya untuk memproduksi TSS di wilayah masing-masing. (PE)