JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

"Kesuksesan adalah pertemuan antara kesiapan dan kesempatan"

Kamilah El Tiha (kerudung Kuning) Bersalaman dengan Presidan Jokowi
diantara Karya Nyata dan Satya Lencana Wirakarya

Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke XV, yang diselenggarakan di Banda Aceh, dengan kegiatannya yang dimulai puncaknya pada tanggal 6 Mei 2017, kini usai sudah acara tersebut pada tanggal 11 Mei 2017.  Penas adalah ajang pertemuan akbar yang diikuti KTNA seluruh Indonesia.  Konten kegiatannya berupa: pertemuan (Rembug Madya-Rembug Utama); unjuk keberhasilan, unjuk ketangkasan, ekspose temuannya yang inovatif dan masih banyak kegiatan lainnya. Penas di aceh juga dapat dikatakan sebagai ajang metode penyuluhan akbar yang digagas oleh para tokoh tani.  Oleh karena itu Moment Penas ini juga biasanya digunakan oleh Presiden RI untuk memberikan penghargaan kepada kepala daerah maupun petani yang berprestasi di bidang pertanian.

Lagi, Dr. Chendy Tafakresnanto, MP., Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur, Badan Penelitian Pengembangan Pertanian pada event tersebut, bangga, karena petani binaannya Kamilah El Tiha, telah memboyong Penghargaan dan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo.  Benar-benar membanggakan, karena beliau termasuk 8 petani terbaik terpilih mendapat penghargaan Presiden RI dari sekian banyak tokoh petani yang baik yang ada di seluruh wilayah Indonesia.  Perlu diketahui bahwa, belum lama ini beliau juga telah menerima penghargaan Pin Emas dari Menteri Pertanian RI.  Tepatnya pada Hari Pangan Sedunia yang ke XXXVI, pada tanggal 28-29 Oktober 2016 di Boyolali, dengan predikat sebagai Petani Inovator.  Penghargaan ini cukup membanggakan BPTP Jawa Timur, karena Kamila El Tiha adalah petani binaan penyuluh BPTP Jatim melalui kegiatan Gelar Lapang Inovasi (GLIP) berbasis padi. 

Kamila El Tiha pantas mendapatkan keduanya, karena beliau pelopor pembaharuan yang mudah menerima dan menerapkan inovasi di wilayahnya.   Mengutip pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman,  bahwa sudah menjadi Kebijakan di Kementerian Pertanian, manakala ada petani yang ditokohkan sebagai inovator yang dapat membawa sebuah perubahan cukup nyata di lingkungannya, maka yang bersangkutan patut mendapatkan tanda penghargaan.  Diantaranya yaitu Kemampuan mendifusikan dan menghilirisasi inovasi dalam waktu yang tidak terlalu lama.  Di tahun 2016, mampu mengadopsi dan mendifusikan inovasi dengan luasan dari semula 15 ha menjadi 40 ha.  Di tahun 2017, lewat tangan dingin Kamila El Tiha terjadi hilirisasi inovasi seluas 115 ha bekerjasama dengan 10 poktan, yang semula hanya 3 hingga 4 poktan saja di tahun 2016.

Jenis Inovasi yang diterapkan dan dikembangkannya meliputi: a).  Peningkatan IP tanam padi, dari semula sekali tanam menjadi 3 kali tanam dalam setahun.  Untuk wilayah Madura yang umumnya memiliki pola tanam padi sekali, yaitu: padi-jagung-tembakau atau padi-tembakau-jagung.   Kejadian ini adalah langkah atau jarang ditemui untuk wilayah Sumenep, apalagi dilaksanakan pada kawasan seluas 40 ha hinga sekarang mencapai  115 ha.  b). Menerapkan Sistem Tanam Jarwo 2:1 yang biasanya menanam sistem tegel tak beraturan.  Pada tanam padi MK menerapkan Jarwo Super seluas 2 ha kini mencapai 15 ha.  c). Menggunakan 7 VUB padi toleran kekeringan, seperti: Inpago 5 dan 9; Inpari 30, 19, 10, 4;  Situpatenggang dan Situbagendit, dari semula menanam Ciherang lebih dari 10 tahun. Di tahun 2017 pada musim tanam MK I, telah mengadopsi Inpari 30 dan Inpari 33, yang tetuahnya Ciherang.

"Kesuksesan adalah pertemuan antara kesiapan dan kesempatan".  Demikianlah kata bijak yang diontarkan bupati Trenggalek, Dr. Emil Dardak dalam upaya memotivasi mahasiswa pada acara EMTEK Goes To campus di Universitas Negeri Malang pada 3 Mei 2017 lalu.  Moto inilah kira-kira yang dijalankan oleh Ibu Kamilah El Tiha dalam kesehariannya tak henti berkarya di bidang pertanian.  Ada dan tiada programpun, beliau tetap semangat berkarya dan berkarya untuk mempersiapkan diri.  Manakala kesempatan itu tiba, diri telah siap pada waktu yang sama, maka akan diperoleh kesuksesan.  (Hanik-Tini)