JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Magnet Gelar Lapang Inovasi di Kabupaten Sumenep

Pin It

Gelar Lapang Inovasi Pertanian atau biasa disebut dengan GLIP adalah suatu metode diseminasi guna mempercepat hilirisasi inovasi teknologi hasil pengkajian, utamanya langsung ke petani pengguna maupun  pengguna perantara seperti petugas lapang, dinas maupun instansi terkait.  Percepatan hilirisasi inovasi teknologi akan dicapai hingga ke tingkat petani pengguna, manakala secara terus menerus dilakukan penderasan inovasi melalui berbagai kegiatan diseminasi yang digelar pada hamparan yang representatif dengan kisaran luasan 15 ha hingga 25 hektar. Luasnya percontohan ini adalah suatu strategi untuk menarik minat sekaligus juga untuk meyakinkan kepada petani pengguna.  Bahwasanya inovasi yang digelar tersebut tiada keraguan lagi untuk bisa langsung diadopsi, selanjutnya dapat diterapkan petani dalam skala luas. 

Luasnya percontohan ini adalah suatu strategi untuk menarik minat sekaligus juga untuk meyakinkan kepada petani pengguna.  Bahwasanya inovasi yang digelar tersebut tiada keraguan lagi untuk bisa langsung diadopsi, selanjutnya dapat diterapkan petani dalam skala luas.  Untuk tujuan tersebut, tahun 2016, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan GLIP di desa Bragung, kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, dengan karakteristik lahan sawah tadah hujan.  Hingga 2017 ini, kegiatan tersebut berlanjut, dengan basis Komoditi adalah padi.  Inovasi yang didesiminasikan adalah Peningkatn Indeks Pertanaman Padi, Penanaman sistem Jarwo 2:1 dan penggunaan varietas unggul baru padi (VUB).  Semua ini dilakukan dalam rangka untuk mensukseskan program swasembada beras, guna mencapai kedaulatan pangan masyarakat di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Alhasil kegiatan GLIP di wilayah tersebut mampu mengkondisikan dan meyakinkan petani sehingga dilaksanakan pada hamparan seluas 40 ha.  Inovasi yang diterapkan yaitu menerapkan 7 VUB padi toleran kekeringan; menggunakan sistem tanam jarwo 2:1 dan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi dari yang sekali tanam menjadi dua kali tanam.  Bahkan di tahun 2016 menjadi tiga kali tanam dengan memanfaatkan fenomena La Nina.  Demikian juaga di tahun 2017, dengan menerapkan inovasi yang masih sama dengan menanam VUB Inpari 30 dan Inpari 33 dengan sistem tanam jarwo, bertahan menanam padi dua kali pada hamparan yang lebih luas lagi menjadi 115 hektar.  Selanjutnya bagi lahan yang memungkinkan ada sumber air, petani masih ingin tetap menanam padi yang ke tiga.  Namun di tahun ini nampaknya iklim menjadi kendala, ketersediaan air kurang bersahabat dengan niat baik petani untuk tanam padi ke tiga di MK II, antara Juli-Oktober.

GLIP yang telah diselenggarakan ini bak magnet besi yang mampu menarik serpihan besi untuk berkumpul menjadi satu untuk kemudian ditempah menjadi sesuatu gada yang  sangat bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat tani.  Terbukti hasil-hasil tersebut di tahun 2016 saja sudah menunjukkan adanya progress yang cukup signifikan.  Lebih dari itu, yang dahulu awalnya diikuti oleh satu poktan berkembang menjadi tiga poktan, terus di tanam ke tiga menjadi empat poktan.  Demikian pula semula diikuti oleh satu desa berkembang menjadi 2 desa di kecamatan yang sama.  Di tahun 2017, dengan luasan GLIP 115 ha, pelaksana meningkat menjadi 10 poktan dengan jumlah anggota 520 orang.  Demikian pula keikutsertaan desa meningkat dari 2 desa menjadi 4 desa, yaitu: Bragung, Guluk-Guluk, Pordapor dan Penanggungan.

Progress 10 poktan pelaksana GLIP tersebut, perlu disosialisasikan dengan menyelenggarakan Hari Lapang Petani, melalui Temu Lapang dan Temu Wicara dengan unsur pemerintahan para pengambil kebijakan.  Penyelenggaraan tersebut terealisasi pada hari Senen, tanggal 22 Mei 2017, yang dihadiri sekitar 200 orang.  Diantaranya dari Unsur Dinas Pertanian, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sumenep Ir. Bambang Heriyanto, Msi. dengan segenap para kepala bidang yang ada.  Forpimka wilayah GLIP, Gapoktan, Ka. UPTD Lenteng dan Ganding serta para penyuluh.  Tentu  tak lupa hadir para ketua poktan dan anggota petani pelaksana GLIP, pendamping dan penjab GLIP BPTP Jatim.  Istimewahnya dihadirkan pula Prof. Dr. Suyamto yang berfungsi ganda sebagai yang mewakili Ka BPTP Jatim juga sebagai pakar padi.  Penelitian beliau banyak menghasilkan journal nasional maupun internasiona di komoditi padi.  Selain itu kehadiran beliau juga dipromosikan sebagai Ketua Profesor Research, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.

Magnet keberhasilan GLIP juga mampu menjadi magnet untuk menggaet 9 unit fasilitas berupa sarana dan prasarana (sarpras) pertanian dari Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep.  Melalui Kepala Dinas Ir. Bambang H, MSi., telah membagikan sarpras ke 10 poktan tersebut, untuk mendukung inovasi peningkatan IP padi yang ke tiga pada MK II di bulan Juli 2017.  Fasilitas yang dibagikan tersebut meliputi hand traktor (1 unit); pompa Air (4 unit); Rumah Pompa (1 unit); dan Viar R3 (1 unit).  Fasilitasi sarpras pertanian yang dibagika ke 10 poktan sebagai bentuk apresiasi keberhasilan untuk meningkatkan IP padi, juga sebagai penambah semangat untuk menghadapi tanam ke tiga di MK II, walau mungkin tidak semua lahan terealisasi, mengingat kondisi iklim. (Hanik-Indra-Tini)