JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kunjungan Kerja Menteri Pertanian RI Ke Madura

Pemantauan Luas Tambah Tanam (LTT) padi, jagung, kedelai dan Launching Kartu Tani merupakan agenda kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP., di Pulau Madura, Jawa Timur, pada Selasa, 6 Juni 2017.  LTT terus dilakukan pemantauan untuk mempertahankan produksi tersebut, untuk pencapaian swasembada demi mensejahterakan masyarakat petani.  Kartu tani adalah kemudahan fasilitas yang diberikan kepada petani untuk kemudahan akses sarana produksi pertanian yang dibutuhkan petani.

Ada dua agenda kunjungan kerja bapak Menteri Pertanian, diantaranya yang pertama adalah Launching Kartu Tani bersama dengan ibu Menteri BUMN, Rini Sumarno  di Kabupaten Sumenep dan yang ke dua memberikan Kuliah Umum pada Mahasiswa Universitas Trunojoyo, Bangkalan.  Namun dalam perjalanan selesai acara launcing kartu tani dari kabupaten Sumenep menuju Kabupaten Bangkalan, di tengah perjalanan tepatnya di kabupaten Sampang, bapak Menteri Pertanian yang suka menyelesaikan permasalahan petani seketika itu, dihadang dan rombongan diberhentikan oleh masyarakat Kabupaten Sampang, tepatnya di Posko LTT Jrengit kabupaten Sampang.  Karena mobil Alphard yang ditumpanginya berhenti, sontak Pak menteri Pertanian dan rombongannya, berhenti pula dan turun dari mobilnya.  Tak disangka di Posko LTT tersebut, sudah ada yang menunggu, diantaranya: Bupati Sampang, M. Fadhilah dan jajarannya; Kasdim; Pasiter; Kepala Dinas Pertanian, Ir. Herry; para Penyuluh Pertanian dan masyarakat tani yang ada di sekitar lahan padi yang sedang panen.  Lebih kurang sekitar 30 orang  dengan penuh harap harap cemas untuk bisa bertatap muka langsung dengan bapak Menteri Pertanian, mengenai capaian LTT yang terkendala oleh air.

Untuk kepentingan penambahan LTT, masyarakat mengadukan adanya kekurangan pasokan air, untuk tanam berikutnya yaitu di musim tanam MK II kepada Menteri Pertanian. Dengan melihat kondisi lapangan secara langsung, bapak Menteri langsung saja menginstruksi kan stafnya untuk mendistribusikan pompa air sebanyak 20 unit di desa Jrengit, untuk mengairi lahan sekitar 500 hektar sawah.  Uniknya beliau menginstruksikan:”20 unit pompa tersebut harus sudah tiba di lokasi sebelum makan sahur atau sebelum subuh”.  Kalau kurang boleh tambah Kondisi tersebut juga membuat Korwil/LO Upsus dari BPTP Jawa Timur, Ir. Ardiyansah sigap menjalankan perintah beliau dengan langsung menghubungi bagian pemasok alsintan.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur sebagai garda terdepan dalam penyiapan di setiap acara kunjungan kerja Menteri Pertanian di Jawa Timur.  Hal ini wajar karena BPTP Jatim yang dipimpin oleh Dr. Ir. Chendy Tafakresnanto, MP., merupakan UPT Badan Litbang, Kementerian Pertanian yang paling dekat dengan Satuan SKPD Provinsi maupun Kabupaten.  Hal ini karena sejalan dan sesuai dengan tupoksinya adalah memberikan pelayanan bagi segenap masyarakat Jawa Timur.  Hal ini berbeda dengan beberapa UPT seperti Balai Penelitian Komoditas yang ada di Jawa Timur, walaupun statusnya sama-sama UPT Kementerian Pertanian, namun tupoksinya berbeda, yaitu mengemban mandat secara nasional.

Selepas meenyelesaikan masalah di posko LTT Jrengit, Sampang, rombongan langsung menghantarkan Menteri Pertanian yang penuh kelakar segar tersebut ke Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk memberikan kuliah umum kepada 500 orang mahasiswa. Ciri khas Dr. Ir. Andi H. Amran Sulaiman, selain menyelesaikan masalah langsung di tempat kejadian, juga memiliki ciri lainya yaitu memanggil 2 atau 3 orang untuk maju ke panggung untuk bertanya tentang apa saja di seputar dunia pertanian.  Dari mahasiswa yang maju ke panggung, ada yang mengeluhkan tentang serangan wereng di tempat tinggalnya di Gresik. Lainnya ada yang mengeluhkan harga jagung; dan juga tentang rencana penelitiannya.  Dari semua yang diutarakan mahasiswa UTM tersebut, langsung ditindaklanjuti dengan memerintahkan staf Kementerian Pertanian yang ikut hadir di situ untuk memenuhi kebutuhan pestisida untuk dikirim ke Gresik, juga memberikan dana sebesar 5 juta rupiah kepada seorang mahasiswi yang berencana melakukan penelitian.  Demikianlah suasana riuh menggembirakan semua undangan yang hadir pada Kuliah Umum, Menteri Pertanian RI. (Tini-Nas)