JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kartu Tani, Alat Transaksi Memudahkan Petani

Pin It

Kondisi geografis Kabupaten Sumenep cukup unik dibandingkan dengan kabupaten lain yang ada di Jawa Timur.  Diketahui sebagai kabupaten terluas di Pulau Madura, dibandingkan Bangkalan, Sampang dan Pamekasan. Keunikan Sumenep adalah terletak pada banyaknya pulau yang mencapai 126 pulau, diantaranya 48 pulau berpenghuni dan 78 pulau tidak berpenghuni dengan luas mencapai 946,53 Km2 atau 45,21%.  Sedangkan luas daratan Sumenep yang di pulau Madura hanya mencapai 1.146,93 Km2 atau 54,79% dari luas keseluruhan kabupaten.  Demikian gambaran tentang kondisi geografis kabupaten Sumenep yang disampaikan oleh Bupati sebagai kata sambutan pembukaan ucapan selamat datang kepada hadirin, khususnya untuk kehadiran Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, MP. dan Menteri BUMN, Ibu Rini Sumarno.

Barangkali keunikan geografis itu yang membuat Menetri Pertania RI, Dr. Andi Amran Sulaiman, MP., tertarik untuk berkunjung ke Sumenep, pulau Madura pada hari selasa 6 Januari 2017 dengan menempuh darat selama 5 jam perjalanan dari Surabaya, tak menyurutkan niatnya. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur sebagai garda terdepan dalam penyiapan di setiap acara kunjungan kerja Menteri Pertanian di Jawa Timur.  Hal ini wajar karena BPTP Jatim yang dipimpin oleh Dr. Ir. Chendy Tafakresnanto, MP., merupakan UPT Badan Litbang, Kementerian Pertanian yang paling dekat dengan Satuan SKPD Provinsi maupun Kabupaten, dan tupoksinya adalah memberikan pelayanan bagi segenap masyarakat Jawa Timur.  Hal ini berbeda dengan beberapa Balai Penelitian Komoditas yang ada di Jawa Timur, walaupun statusnya sama-sama UPT Kementerian Pertanian, namun mandatnya sangat berbeda. Balit komoditas mengemban mandat hasil pengkajian secara nasional.

Peran BPTP Jatim bersama Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten telah banyak melakukan kerja nyata, mensukseskan program Upsus swasembada padi, jagung dan kedelai serta siwab guna mencapai kedaulatan pangan masyarakat, yang dibantu pula oleh TNI. Keberhasilan  program swasembada kini hanya mengandalkan adanya Luas Tambah Tanam (LTT).  Bertambahnya luas tanam, mengindikasikan akan bertambahnya produksi.  Namun LTT belum tentu memberikan pertambahan produksi, manakala petani tidak didukung oleh ketersediaan fasilitas yang memadai untuk melakukan aktivitas usahataninya.  Seperti sarana produksi ketersediaan benih, pupuk bersubsisdi dan obat-obatan yang tepat: harga, waktu, jumlah dan utamanya tepat sasaran kepada petani pengguna.  Disamping itu mendapatkan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR), hingga pengumpulan hasil panen dan penyerapan oleh Bulog.

Merujuk pada tepat sasaran petani penerima subsidi pupuk, maka pemerintah memperbaiki sistem distribusi dengan menggunakan alat transaksi berupa Kartu Debet yang disebut dengan Kartu Tani.  Hingga akhir Mei 2017, melalui bank BNI, telah mendistribusikan sebanyak 567.990 Kartu Tani di 38 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Timur.  Capaian tertinggi pendistribusian Kartu Tani itu diraih oleh kabupaten Sumenep, yaitu 96.908 orang petani dari 3.908 poktan, telah dicetakkan alat transaksi Kartu Tani dalam bentuk kartu debet.  Berkaitan dengan prestasi yang dicapai oleh kabupaten Sumenep, maka Launching Kartu Tani untuk Jawa Timur dilakukan di Gapura, Sumenep, yang sekaligus dihadiri oleh dua menteri yaitu Menteri Pertanian dan Menteri BUMN.  Launching Kartu Tani disambut luar biasa oleh petani dengan jumlah kehadiran mencapai sekitar 500 orang petani.  Semua direksi perbankan di Jatim turut hadir, termasuk direksi PT. Garam.  Acara launching tersebut juga dihadiri oleh semua satuan SKPD kabupaten Sumenep; para Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jatim, semua UPT Kementerian Pertanian yang ada di Jatim. 

Keunggulan lain Sumenep, yaitu memiliki luas areal pertanaman jagung terluas se-Jatim.  Namun Produksi dan produktivitasnya masih rendah, karena rata-rata petani masih menggunakan benih jagung lokal.  Untuk  Itu, pada MH-1 di bulan Oktober tahun 2017 ini pemerintah Kab.  Sumenep melalui Dispertahortbun akan melakukan penanaman jagung hibrida seluas 50.000 ha.  Mendengarkan paparan tersebut, bapak Mentan langsung akan membantu penyediaan benih jagung hibrida hasil Litbang Pertanian untuk luasan tersebut, lengkap dengan saran pendukung yang lain.  Untuk pihak off taker akan bekerjasama dengan Bulog, PT. Charoen Pokphand Indonesia dan PT. Malindo feedmill, serta Prisma.

Tidak hanya itu yang diberikan Meneteri Pertanian kepada rakyat Sumenep, ada tambahan lagi pompa 50 unit, guna pencapaian LTT padi, jagung dan kedelai untuk tujuan tercapainya program swasembada pangan.  Selain bantuan untuk Dinas, bapak Mentan juga memberikan bantuan kepada petani secara perorangan, secara langsung kepada dua orang petani yang berkesempatan maju kedepan panggung menyampaikan permasalahannya kepada bapak Mentan.  Melalui cara ini telah didistribusikan secara langsung berupa traktor dan  mesin pompa air masing-masing satu unit kepada KWT Kasih Ibu dan Poktan.  Style atau cara-cara bapak Menteri kita yang sedemikian itu membuat dekat dengan petani serta terpatri erat dalam sanubari. (Tini-Nas)