JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Jawa Timur Melaksanakan Kegiatan Pendampingan PTT Kedelai di Nganjuk

Pin It

Dalam upaya memenuhi kebutuhan kedelai yang semakin meningkat dan mengurangi ketergantungan impor, maka Pemerintah akan terus berupaya keras untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri, sehingga secara bertahap dapat dicapai swasembada. Kebutuhan terhadap komoditas kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun karena komoditas ini mempunyai banyak fungsi, baik sebagai bahan pangan utama, pakan ternak maupun sebagai bahan baku industri skala besar hingga skala kecil atau rumah tangga. Produksi kedelai dalam negeri baru mampu memenuhi kebutuhan sekitar 40 – 45%, dan kekurangannyasebesar 55 – 60% harus diimpor. Pada tahun 2016 dalam upaya mempercepat peningkatan produksi kedelai, telah ditetapkan sasaran produksi sebesar 1.500.000 ton kedelai biji kering. Upaya peningkatan produksi kedelai harus didukung oleh berbagai pihak, bukan hanya tugas Kementrian Pertanian saja tetapi terkait dengan Kementrian lain seperti Kementrian Perdagangan (pembatasan impor dan tarif impor), BUMN (BULOG) sebagai penyangga hasil panen dengan harga yang layak. Untuk mendukung tercapainya sasaran produksi kedelai ditempuh melalui program intensifikasi dalam rangka peningkatan produktivitas melalui kegiatan penerapan teknologi  Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan Budidaya Kedelai Jenuh Air (BJA), ekstensifikasi dalam rangka Perluasan Areal Tanam (PAT) kedelai melalui kegiatan Peningkatan Indeks Pertanaman (PAT-PIP) pada lahan sawah, lahan kering maupun lahan baru, serta pembinaan, pengawalan dan pendampingan.

Untuk mendukung peningkatan produktivitas kedelai, pada tahun 2017 BPTP Jawa Timur melaksanakan  Kegiatan Pendampingan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada Pengembangan Kawasan Tanaman Kedelai di Jawa Timur yakni di Kabupaten Nganjuk meliputi 2 kecamatan yakni Kecamatan Rejoso dan Loceret. Demfarm penerapan teknologi pendekatan PTT dilaksanakan di dua kecamatan yakni Kecamatan Rejoso dengan pelaksanaan tanam pada Bulan Juni dan Kecamatan Loceret dengan pelaksanaan tanam pada Bulan September dengan luas masing – masing 2,0 ha, dan Display Varietas Unggul Baru (VUB) dengan luas masing – masing 1,0 ha. Komponen teknologi diterapkan pada Demfarm penerapan teknologi pendekatan PTT dan Display VUB di dua kecamatan tersebut. FFD telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 di areal Demfarm di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

Hasil Kajian Kebutuhan dan Peluang (KKP) pada umumnya petani masih menggunakan varietas Wilis secara terus menerus pada setiap musim tanam, penanaman dengan cara disebar, jarak tanam 25 cm x 25 cm/25 cm x 30 cm, pengendalian OPT tidak dilakukan berdasarkan pemantauan, pupuk organik di Kecamatan Rejoso diberikan sebanyak   200 kg/ha, sedang di Kecamatan Loceret tidak diberikan pupuk organik, pemberian pupuk anorganik  (100 – 150 kg NPK “Phonska”). Komponen  teknologi  PTT diterapkan di lokasi Demfarm dan Display. Demfarm menggunakan varietas Argomulyo dan Display  menggunakan  VUB (Anjasmoro, Burangrang, Dena-1, Dering-1, Demas-1, Devon-1, Gema), benih bermutu dan berlabel (Kelas BS dan FS), pembuatan saluran drainase, pengaturan populasi tanaman (jarak tanam 40 cm x 15 cm/single row), pengendalian OPT dengan pendekatan PHT, pupuk anorganik 50 kg Urea/ha dan 200 – 250 kg NPK “Phonska”/ha, pemberian bahan organik (1 ton/ha), Pengendalian gulma pada umur 21 dan 42 Hari Setelah Tanam (HST), pengairan (awal pertumbuhan, berbunga, dan pengisian polong) dan  panen & pasca panen tepat waktu. Produktivitas kedelai Demfarm pendekatan PTT di Kecamatan Rejoso : 2,17 ton/ha atau meningkat  33,95%  (produktivitas non Demfarm 1,62 ton/ha), R/C-ratio 1,38, nilai MBCR 2,39. Produktivitas kedelai Demfarm penerapan teknologi pendekatan PTT di Kecamatan Loceret : 2,23 ton/ha atau meningkat 33,53% (produktivitas non Demfarm 1,67 ton/ha), R/C-ratio 1,57, nilai MBCR 2,10. Display VUB yang diperoleh di Kecamatan Rejoso 1,95 – 2,48 ton/ha. Produktivitas tertinggi diperoleh varietas Dena-1 dan terendah varietas Devon-1. Produktivitas kedelai Display VUB yang diperoleh di Kecamatan Loceret 2,10 – 2,52 ton/ha. Produktivitas tertinggi diperoleh varietas Dena-1 dan terendah varietas Anjasmoro (AMK)