JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penyuluh BPTP Balibangtan Jawa Timur Harus Kompeten

Pin It

Setelah diterbitkannya Permentan Nomor:19/Permentan/OT.020/5/2017, dan untuk mengimplementasinya, tidaklah mudah.  Di tahun 2018, bila kita cermati kegiatan yang diamanatkan dalam Draft Pedoman Umum Bimbingan Teknis Penyuluhan Dan Diseminasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi mengharuskan Penyuluh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jatim dituntut harus profesional.  Ini adalah tuntutan jaman, transfer inovasi teknologi harus cepat sampai ke pengguna.  Seorang penyuluh diperlukan dalam pendampingan untuk membangun sumber daya manusia pertanian yang berkualitas dan handal.

Sebagai bagian integral dalam membina profesionalisme Penyuluh Pertanian secara berkelanjutan diperlukan peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dalam penguasaan:

  • Persiapan penyuluhan pertanian (kemampuan: menginventarisasi, mengidentifikasi dan mengnalisis data potensi wilayah dan keadaan agroekosistem serta permasalahan petani; Menyusun Programa dan Membuat Rencana Kerja Penyuluhan Pertanian) berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian nomor: 47 tahun 2016;
  • Melaksanakan dan mengembangkan penyuluhan pertanian dengan berbagai media dan metode yang disesuaikan dengan perkembangan IT yang diselaraskan dengan kebutuhan petani, juga mengembangkan kelembagaan petani; dan perlunya
  • Melakukan Evaluasi Kinerja Penyuluhan Pertanian, sebagai umpan balik guna perbaikan kegiatan penyuluhan yang akan datang. Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian dilaksanakan sesuai prinsip: objektifitas, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan (Peraturan Menteri Pertanian nomor: 91/Permentan/ OT.140/9/2013).
  • Melakukan Pengembangan Profesi Penyuluhan Pertanian melalui pembuatan Karya Tulis Ilmiah (KTI) di bidang pertanian.

Untuk menuju profesional, syarat seorang penyuluh harus distandarisasi melalui BNSP (Badan Nasional Standarisasi Pertanian), yaitu melalui Uji Kompetensi dalam Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, dan dinyatakan Kompeten di bidangnya.

Bayangkan saja bila yang menyelenggarakan penyuluhan pertanian saja tidak kompeten, namun harus menyelenggarakan ke arah perubahan petani yang lebih baik.  Amanah yang diemban seorang penyuluh yaitu harus mampu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan merubah perilaku atau sikap petani sebagai sumber daya yang berkualitas, handal serta berkemampuan manajerial, sehingga  mampu membangun usaha dari hulu sampai hilir yang berdaya saing tinggi dan mampu menerapkan prinsip pembangunan pertanian berkelanjutan.

Namun untuk mengelimnasi hal yang dikawatirkan tersebut, rupanya Badan Pengembangan dan Pembangunan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) sudah mengantisipasi dengan adanya kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh BPTP Jatim.  Kegiatan tersebut diakomodir dalam Rencana Disminasi Hasil Pengkajian (RDHP) dengan judul: Peningkatan Komunikasi_Informasi, Koordinasi Dan Diseminasi Inovasi Pertanian Di Provinsi Jawa Timur, tahun 2018.  Lebih lengkapnya dalam RDHP tersebut memmuat beberapa kegiatan yang penyelenggaraanya menuntut profesionalisme penyuluh BPTP, diantaranya:

  1. Peningkatan Kapasitas Penyuluh BPTP
  2. Sinkronisasi dan Sinergitas Materi Hasil Litkaji Dan Programa Penyuluhan Provinsi Dan Daerah (teknologi rekomendasi dan dapat diakses);
  3. Temu Teknis Inovasi Pertanian (peneliti penyuluh BPTP), Penyuluh Daerah Dan Petani Maju (penyuluh swadaya & swasta);
  4. Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Daerah;
  5. Kaji Terap Inovasi Pertanian (melakukan demonstrasi inovasi teknologi rekomendasi kemudian dilanjutkan dengan demplot di beberapa BPP/BP3K);
  6. Kerja sama.

Dengan terselenggaranya beberapa kegiatan tersebut, harapan Kepala Balai, Dr. Chendy Tafakresnanto, dan Tim Teknis yang terdiri dari: Prof. Suyamto, Prof. Cholil, Dr. Sudarmadi, dan Dr. Tri Sudaryono, bahwa BPTP Balitbangtan Jawa Timur atau Laboratorium Diseminasi Pertanian Wonocolo (dahulu Balai Informasi Pertanian Jawa Timur) yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan BPTP Balitbangtan tersebut, dapat menjadikan Home Base Penyuluh dan Petani di Jawa Timur sebagai tempat rujukan inovasi pertanian….Semoga tercapai, dan Selamat !! (Tini-Hanik)