JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Masuki Masa Panen Raya, Kementerian Pertanian Alokasikan 10 Milyar Untuk Dorong Serapan Gabah Petani di Tuban

Pin It

Memasuki masa panen raya padi di Jawa Timur, Kementerian Pertanian telah melakukan upaya serap gabah petani secara langsung. Di Kabupaten Tuban saja, dilaporkan bahwa luasan panen pada bulan Februari ini diperkirakan telah mencapai 9.299 ha dengan perkiraan produksi sebesar 57.707 ton. “Bulan ini luas panen di Tuban sudah mencapai hampir 10 ribu ha, artinya saat ini kami sudah mulai masuk panen raya.” ujar Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein dalam sambutannya di seremoni panen padi di Desa Kendalrejo Kec.Soko pada tanggal 8 Februari 2018.

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Teritorial (Aster) KASAD Mayjen Supartodi dan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto. Kapuslitbang Tanaman Pangan Hendriko Noto Susanto, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur Chendy Tafakresnanto, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serat dan Pemanis (Balittas) Kuntoro Boga Andri serta Kepala Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi (Balitkabi) Joko Susilo.

Menanggapi pertanyaan tentang penyaluran pupuk, Gatot menegaskan bahwa distribusi pupuk harus terealisasi maksimal 1 x 24 jam selain itu petani juga diimbau tidak perlu khawatir karena saat ini pemerintah juga telah menyiapkan asuransi pertanian. “Petani cukup menjadi anggota dan hanya membayar premi 20% karena sisanya telah disubsidi pemerintah. Jika ada klaim gagal panen yang rasional maka akan memperoleh ganti rugi sekitar 10 juta per hektar” ujarnya. Lebih lanjut Gatot mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar 10 milyar untuk menyerap gabah petani khususnya di Kabupaten Tuban.

Menyoroti upaya serapan gabah, Kementerian Pertanian telah menggandeng TNI dalam hal tersebut.
“Babinsa harus memiliki data calon lokasi panen minimal 2 hari sebelumnya, datangi petani dan beli gabah petani langsung di sawah.” pungkas Aster KASAD Mayjen Supartodi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadwalkan hadir dalam seremoni panen tersebut. Namun, Amran dikabarkan batal hadir karena harus menghadiri agenda rapat yang mendadak pada hari itu juga.. (IB)