JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Focus Grou Discussion (FGD) Merumuskan Arah dan Strategi Diseminasi dan Penyuluhan Pertanian BPTP Jatim

Pin It

Di Bluemorpho Room Papilio Hotel Surabaya, pada Rabu, 7 Februari 2018, telah diselenggarakan pertemuan yang menghadirkan berbagai unsur yang berkompeten dalam membahas dunia penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang diprakarsai BPTP Jawa Timur.  Diantaranya yaitu: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim, tempat satmingkal penyuluh pertanian provinsi Jawa Timur yang diwakili Ir. Dyah, MMA dan Ir. Eddy; Mantan Kepala Dinas Pertanian Prov. Jatim yang sebelumnya juga pernah sebagai Penyuluh Pertanian Spesialis (PPS) di jamannya yaitu Ir. Moch. Maksum, MSc.;  Penyuluh Senior Kompeten juga sebagai Asesor Kompeten, yaitu Ir. Sri Widarti, MMA., dan Ir. Hermanu Ekamto, MM.  Dari BPTP Jatim yaitu, ada 2 orang Profesor Research: yaitu Prof. Suyamto, sebagai Dewan Pakar Hipenindo; dan Prof. M Cholil serta Tim Teknis BPTP Jatim yang terdiri selain dua Profesor tersebut ditambah dengan Dr. Sudarmadi Purnomo,  dan Dr. Tri Sudaryono.  Dua doktor yang terakhir ini juga sebagai mantan Kepala BPTP Jatim. 

Tak ketinggalan hadir pula KSPP, KoorProg, PPK, tentu para penjab kegiatan diseminasi dan penyuluhan yang akan dibahas pada pertemuan tersebut.  Total yang hadir sebanyak 25 orang, sehingga  konsep pertemuan kecil ini didesign menggunakan metode Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group disscussion (FGD).  Kolabrasi berbagai unsur seperti tampak dalam foto bersama, ini adalah hal yang luar biasa, dan jarang terjadi, karena kesibukan masing-masing menyebabkan sulit mencari waktu yang tepat untuk bisa berkumpul dan duduk bersama saling tukar pengalaman dan sharing pendapat.  Ini adalah langkah awal BPTP Jawa Timur dalam mengimplementasikan Permenten Nomor: 19/Permentan/OT.020/5/2017 tentang tambahan tugas BPTP menjalankan fungsi Diseminasi dan Penyuluhan di Provinsi Jawa Timur.  Upaya ini barangkali dilakukan Pemerintah Pusat, dalam rangka menyikapi carut marutnya kelembagaan penyuluhan pertanian, entah mau dibawa kemana?!.

Walhasil, berjalan lancar dan mengesankan semua peserta kegiatan FGD tersebut, karena  dikemas santai tapi focus and locus pada sasaran kegiatan yang akan dibahas.  Memang tujuan dari FGD tersebut yaitu untuk menggali sumbangsih pemikiran dan masukan-masukan positif dan konstruktif dari para peserta.  Selain itu juga dalam upaya menyamakan presepsi tentang perencanaan, penerapan dan pengembangan media dan metode penyuluhan dan diseminasi kedepan guna percepatan penerapan dan hilirisasi inovasi pertanian yang telah dihasilkan Balitbangtan ke pengguna (perantara dan langsung ke petani).  Tentunya yang dilakukan tersebut juga untuk kepentingan penyempurnaan Draft Pedum Kegiatan Penyuluhan Dan Diseminasi 2018 yang akan dipublish Balitbangtan, tentu setelah mendapat persetujuan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Semua yang dilakukan tersebut, adalah dalam rangka menyikapi perkembangan  pembangunan pertanian telah menuntut suatu percepatan transfer, adopsi dan hilirisasi inovasi yang adaptable lokal spesifik oleh pelaku utama dan pelaku usaha.  BPTP Jatim merupakan UPT/UK Balitbangtan sudah banyak menghasilkan rekomendasi teknologi spesifik lokasi, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.  Faktor penyebabnya adalah kemungkinan pada kelemahan pengelolaan sistem informasi teknologi. Selanjutnya penyelenggaraan penyuluhan, diseminasi dan komunikasi hasil penelitian yang belum intensif dan efektif ke sasaran pengguna serta pendekatan pengkajian adakalanya kurang sesuai dengan paradigma pengembangan spesifik lokasi.

Hadirnya kegiatan yang difasilitasi BPPSDMP melalui Bimbingan Teknis Penyuluhan Dan Diseminasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi, para penyuluh tingkat provinsi, kabupaten hingga BP3K bisa berimprovisasi mengembangkan berbagai media dan metoda diseminasi beserta penyuluhannya.   Maka dari itu, penyuluh yang di Provinsi, khususnya penyuluh BPTP bergegaslah untuk meningkatkan atau mengisi kompetensi kerja yang masih kurang.  Penyuluh daerah sangat mengharapkan uluran tangan penyuluh BPTP, karena yang paling dekat dengan sumber inovasi yang telah dihasilkan oleh para peneliti yang handal.  Sebaiknya Penyuluh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jatim dituntut harus kompeten dan profesional dalam mengemban amanah membawa suluh penerangan kepada petani (Tini-Hanik)