JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Kategori

Kunjungan Dharma Wanita Persatuan Lingkup Badan Litbang Pertanian ke Jawa Timur, Demi Lakukan Cegah Dini Kanker Serviks dan Payudara

Malang, 17 Oktober 2017 tepatnya di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, dengan menempati sebagian ruang gedung baru difungsikan sementara untuk klinik.  Layaknya pelayanan untuk pasien yang menginginkan hidupnya bernilai dan bermakna, yaitu jika seseorang itu diberikan kesehatan secara utuh lahir dan batin sepanjang hidupnya.  Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan BPJS Kabupaten Malang, mengerahkan tenaga medis (dokter) dan Para medis (Perawat/Bidan) dari 5 Puskesmas. Di sinilah berkumpul sekitar 200 orang pasien, yang semuanya adalah wanita diperkirakan usianya pada stase aktif seksual yang beresiko terinfeksi.  Selain pemeriksaan, dilakukan sosialisasi Cegah Dini Kanker Serviks Dan Payudara oleh Fida Retno Susanti, Skep.dari Dinkes kabupaten Malang.

Tentu yang hadir tersebut hampir semua karyawati UPT Badan Litnbang Pertanian Jawa Timur, yang meliputi: BPTP Jatim; Balitkabi; Balitas; Balitjastro yang semuanya ada di Malang dan Lolitsapo Grati Pasuruan. Selain itu ada yang dari masyarakat sekitar kantor untuk diajak serta melakaukan pemeriksaan ke klinik BPTP Jatim.  Mereka yang hadir ini adalah sangat sadar betul terhadap pencegahan dini terhadap penyakit kanker serviks dan payudara,  belakangan ini banyak merenggut nyawa.  Tentu saja di Indonesia, setiap hari terjadi 41 kasus baru, dan terjadi 20 kematian.  Namun sebenarnya penyakit yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV), dapat dicegah dan diobati apabila yang bersangkutan melakukan pemeriksaan secara dini dan berkala.

Cegah dini kanker serviks dan payudara merupakan Program nasional yang digagas oleh ibu negara Iriana Jokowidodo sejak april 2015 hingga 2019.  Badan Litbang sebagai unit eselon I Kementerian Pertanian mendukung penuh program tersebut.  Selanjutnya diikuti oleh unit eselon dibawahnya hingga ke UPT yang ada di daerah.  Oleh karena itu Ketua DWP Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Ketua DWP Kapuslitbang Horti, ibu Nirmala Hardiyanto melakukan kunjungan ke klinik pemeriksaan cegah dini kanker serviks dan payudara di BPTP Jatim yang didampingi oleh ibu Kepala BPTP Jatim, ibu Chendy Tafakresnanto. 

Dalam kunjungan tersebut, ibu-ibu sebagai pendamping bapak Kapuslitbang yang turut hadir diantaranya dari: Kapuslitbang Perkebunan Ibu Indri Fadjri;  Kapuslitbang Tanman Pangan Ibu Santi Andriko;  BB Padi Ibu Ida Ismail;  BBSDLP ibu Sumiyati Dedi Nursyamsi;  BBP2TP Ibu Najah Harris dan hadir pula ajudan ibu Menteri yaitu Ibu Eka.  Kehadiran mereka selain menyaksikan jalannya pemeriksaan, juga memberikan spirit kepada para ibu-ibu yang hadir melakukan pemeriksaan, agar supaya mau rutin secara berkala melakukan pemeriksaan. (Tin’S)

DWP BPTP JATIM Sosialisasi IVA Tes dan CBE bersama dengan DPW KEMENTERIAN PERTANIAN

MALANG-Acara sosialisasi dilaksanakan di BPTP Jawa Timur pada hari Selasa tanggal (17/10/17). Acara dengan tema “DETEKSI DINI MEWUJUDKAN WANITA INDONESIA BEBAS KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA”. Rangkaian acara tersebut dimulai dengan Sosialisasi IVA TEST dan CBE yang disampaikan oleh Ibu Fida, S. Kes dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. 

 Hadir pada acara tersebut Ajudan Menteri Pertanian RI (Ibu Eka), KETUA DWP BADAN LITBANG PERTANIAN (atau yang mewakili), Ketua DWP Puslitbanghorti (Ibu Nirmala Hardiyanto), Ketua DWP Puslitbangtan (Ibu Santi Andriko), Ketua DWP Puslitbangbun (Ibu Indri Fajri), Ketua DWP BB Padi Sukamandi ( Ibu Ida Ismail), Ketua DWP BBSDLP ( Ibu Ai Dedi Nursyamsi), Ketua DWP BBP2TP (Ibu Najah Haris), Ketua DWP BPTP Jawa Timur (Ibu Fira Cendy Tafakresnanto), serta seluruh UPT Kementerian Pertanian yang ada di Jawa Timur antara lain adalah Kepala Balitkabi, Kepala Balittas, Kepala Balitjestro, Kepala Lolitsapo, BBPP Batu, dan BBPP Ketindan Lawang.

 IVA Test merupakan kegiatan Inspeksi Visual Asam Asetat dan CBE adalah Clinical Breast Examination.  Kedua pemeriksaan pada aspek tersebut dimaksudkan untuk mendeteksi secara dini terjadinya Kanker serviks dan payudara sehingga bisa diantisipasi lebih cepat dan menghindari berkembangnya kanker di dalam tubuh. Acara sosialisasi tersebut terlaksana berkat kerjasama antara Kementerian Pertanian, Dharma Wanita Persatuan Kementrian Pertanian, BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan OASE Kabinet Kerja. (NI)

 

 

Sumenep Siap Gunakan Jagung Hibrida Bima 9 pada Program Kemitraan Pengembangan Jagung Hibrida Seluas 50.000 Ha

Potensi luas tanam jagung di kabupaten Sumenep sekitar 117.000 hektar, Kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, MSi. Namun belum semua lahan dimanfaatkan secara optimal, yang dikarenakan belum adanya arahan dan anjuran yang jelas mengenai varietas jagung yang layak ditanam dan menguntungkan petani. Disamping itu juga keterbatasan air, terutama di musim kemarau.  Dengan segala keterbatasan tersebut, kabupaten Sumenep telah mampu berkontribusi 30 % untuk jagung Jawa Timur.

Sehubungan dengan besarnya kontribusinya maka pada tahun 2018, Sumenep memiliki programunggulan kemitraan pengembangan jagung hibrida seluas 50.000 ha atau 42,74 % dari total potensi luas lahan jagung.  Selanjutnya untuk mensukseskan program kemitraan tersebut, menyepakati untuk menanam jagung hibrida produk Bada Litbang Pertanian, yaitu Bima 9.  Kesepakatan tersebut diperoleh ketika terjadi dialog dalam Temu Wicara antara Petani dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Jawa Timur, yang diwakili oleh Kasie Produksi Ibu Ir. Dina, MSi;  Kepala Dispertahortbun Kabupaten Sumenep; dan Dr. Ir. Chendy tafakresnanto, MP., Kepala BPTP Jawa Timur, 3 Kepala UPTD (Guluk-Guluk, Ganding dan Lenteng) dan Penyuluh pada gelar acara Farm Field Day (FFD_Hari lapang Petani) panen jagung hibrida Bima 9.  Diselenggarakan didusun Lengkong Daya, desa Bragung pada tanggal 13 Oktober 2017.  Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 130 orang undangan dari berbagai unsur, dan diliput oleh awak media dari: TVRI , Jawa Pos, dan Radio Pertanian Wonocolo (RPW_mobile broadcating program).

Jagung hibrida Bima 9 yang dilepas pada 30 November 2010, memberikan daya tarik tersendiri bagi petani Sumenep, karena beberapa kelebihan spesifikasinya.  Diantaranya umur panennya 95 hari;  98% kelobot tertutup baik;  toleran penyakit bulai dan memilikipotensi provitas 11,2 – 13,4 t/ha.  Ketika disosialisasikan oleh BPTP Jatim, melalui kegiatan Gelar Inovasi Pertanian (GLIP), hibrida Bima 9ditanam oleh 8 poktan seluas 55 hektar, di 4 desa kecamatan Guluk-Guluk, memberikan hasil yang tidak jauh menyimpang dari spesifikasi varietas itu sendiri.  Misal panen dilakukan petani pada umur 95 hari; terdapat sekitar 3 % kelobot terbuka; dan produksi cukup tinggi.  Hasil ubinan yang dilakukan bersama petugas statistik diperoleh 13,6 t/ha kering panen atau 5,3 t/ha pipilan kering.  Namun serangan penyakit bulai masih ditemukansekitar 3 % di pertanaman petani.

Adanya dukungan penuh dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur; Dispertahortbun Sumenep; kepala UPTD kecamatan; para Penyuluh Lapangterhadap pengembanagn jagung Bima 9 produk Balitbangtan, maka kedepan mengangankan suplai jagung untuk nusantaradapat dipenuhi dari kabupaten Sumenep.BPTP Jawa Timur siap mendampingi dan mengayomi petani dalam penerapan inovasi teknologi, Bima 9 baik ditanam pada musim kemarau.  Itulah kata sambutan terakhir sebagai penutup kata yang disampaikan oleh Kepala Balai, Dr. Chendy Tafakresnanto, MP (Tini SK.)

Farmer Field Day Pengembangan Bima 9 di Kabupaten Sumenep

Pengembangan Jagung Hibrida Bima 9 seluas 55 hektar, dilaksanakan oleh 8 poktan di 4 desa kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep pada tanggal 13 Oktober 2017. Hari Lapang Petani dilaksanakan di Dusun Lengkong Daya, Desa Bragung pada tanggal 13 Oktober 2017, dihadiri oleh sekitar 130 orang undangan. Terdiri atas Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Propinsi Jawa Timur beserta jajarannya, BPTP Balitbangtan Jawa Timur beserta jajarannnya, Kadipertahorbun dan jajarannya, statistik,UPTD dadi 3 kecamatan, forpimka Kecamatan Guluk-Guluk, Forpim desa, serta anggota kelompok tani. Acara juga menghadirkan pula media massa dari TVRI dan media cetak Jawa Pos, selain itu Radio Pertanian Wonocolo (RPW) turut meramaikan dan meliput.

Hari Lapang Pertanian diawali dengan panen simbolis jagung dan dilakukan pengukuran bersama statistik dengan hasil ubinan 13, 6 ton/ha kering panen. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan jagung hibrida yang selama ini ditanam oleh petani seperti Pioneer, Bisi dan P-35. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke display yang telah disiapkan oleh kelompok tani.

Acara dilanjutkan dengan Temu Wicara dengan para petani, diawali dengan pembingkaian kegiatan dari penanggung jawab kegiatan GLIP, Ir. Tini Siniati Koesno, MSi dan diikuti dengan diskusi. Topik yang dibahas antara lain :

  1. Penyakit bulai yang menyerang, padahal dalam speknya toleran terhadap bulai.
  2. Masih ditemui ujung klobot jagung yang terbuka. Petsni mengkhawatirkan jika ditanam musim hujan akan merugikan (busuk atau berjamur)
  3. Potensi jagung sumenep 117.000 hektar, namun belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya karena faktor air. Petani mengharapkan alsintan pompa air untuk mengembangkan luas tanam.
  4. Untuk musim tanam berikutnya petani siap mengembangkan hibrida 9 yang dikaitkan dengan program unggulan dinas kabupaten yaitu kemitraan pengembangan jagung hibrida 50.000 ha.
  5. Diperta Propinsi mendukung penuh kehadiran jagung hibrida bima 9 produk balitbangtan dan menganjurkan untuk menggunakan varietas terus. Diperta Propinsi juga menyampaikan bahwa 30% produksi jagung Jawa Timur berasal dari kabupaten Sumenep.
  6. Dari evaluasi yang dilakukan oleh Kepala BPTP Balitbangtan Jawa Timur, Dr. Chendy Tafakresnanto, MP kepada petani setempat secara langsung, petani merasakan manfaat hadirnya kegiatan GLIP di wilayahnya dan berharap tahun berikutnya dapat dilanjutkan.
  7. Petani juga melaporkan persiapan tanam padi MH 2017/2018 telah menyiapkan 105 ton pupuk organik dana kan mengembangkan tanam jarwo 200 hektar dengan menggunakan VUB Inpari 16, 30 dan 33 yang dilakukan oleh 15 poktan di 8 desa (dari semula 1 desa di awal kegiatan)
  8. Penyuluh lapang juga siap mendampingi untuk pengembangan GLIP bersama BPTP Balitbangtan Jatim.

 

Sosialisasi Inovasi Teknologi, Langkah Awal Peningkatan Produktivitas dan IP Tanaman Pangan di Jombang

Menindak lanjuti pelaksanaan gelar inovasi teknologi perbenihan yang telah diselenggarakan sehari sebelumnya, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur telah mengadakan sosialisasi inovasi teknologi guna mendukung peningkatan produktivitas dan Indeks Pertanaman (IP) tanaman pangan pada tanggal 4 Oktober 2017 di Desa Banjarsari Kec. Bandarkedungmulyo. Acara ini diisi oleh Prof. Suyamto selaku narasumber dari BPTP Jawa Timur dengan materi penyajian meliputi: (1) pemaparan target Kementerian Pertanian dalam rangka swasembada pangan; (2) potensi peningkatan produktivitas dan IP tanaman pangan di Jatim; (3) penerapan konsep “Smart Agriculture”; (4) pemaparan komponen-komponen teknologi untuk peningkatan produktivitas, IP dan perbaikan kesuburan tanah serta (5) kesalahan-kesalahan dalam praktek budidaya tanaman pangan yang umum dilakukan petani. Sosialisasi dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Jombang, petugas mantra tani, Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), penyuluh pertanian lapang serta perwakilan petani dengan total peserta sejumlah 110 orang.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala Dinas Pertanian Kab. Jombang menyampaikan bahwa BPTP Jatim merupakan mitra utama Pemerintah Daerah Jombang dalam hal transfer teknologi pertanian baik kepada petugas maupun petani secara langsung. Beliau juga menekankan bahwa inovasi teknologi perbenihan yang ada saat ini harus bisa diakses oleh petani dengan mudah. Sejalan dengan hal tersebut BPTP Jatim pun telah bertekad untuk menyediakan benih tanaman pangan melalui Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) maupun penumbuhan petani penangkar benih guna mendukung peningkatan produksi benih yang notabene menjadi salah satu prioritas kegiatan Kementerian Pertanian (Sym-Ard)

Gelar Inovasi Teknologi Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jatim 2017

Geliat upaya pencapaian program ketahanan pangan nasional melalui produksi benih/bibit tanaman pangan sebagai salah satu prioritas kegiatan Kementerian Pertanian telah terasa wujudnya di Jawa Timur. Pelaksanaan gelar inovasi teknologi perbenihan tanaman pangan dan hortikultura yang diselenggarakan pada tanggal 3 Oktober 2017 menjadi salah satu buktinya. Gelar inovasi teknologi perbenihan yang berlokasi di Desa Banjarsari Kec. Bandarkedungmulyo Kab. Jombang ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Dr. Ir. H Fattah Jassin, MS, Bupati Jombang, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Kepala BPTP Jawa Timur, Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) serta segenap Musyawarah Pimpinan Daerah (MUSPIDA) Kabupaten Jombang.

Rangkaian acara gelar inovasi teknologi perbenihan terdiri dari: (1) pameran 72 macam varietas tanaman pangan serta 237 macam varietas tanaman hortikultura dan (2) display produk unggulan daerah dari beberapa Kabupaten di Jatim. Gubernur Jatim dalam sambutannya menyampaikan bahwa provinsi Jatim bertekad untuk menjadi motor penggerak agroekonomi ASEAN sebagaimana telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 25 Tahunan. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan daya saing sektor pertanian yang berbasis pada pemberdayaan Gapoktan baik dari sisi off-farm maupun on-farm. Beliau menambahkan bahwa potensi ekonomi Jatim sebagai kontributor tertinggi produk domestik bruto nasional didukung oleh sektor industri, perdagangan dan pertanian perlu diwujudkan dalam bentuk agro-industri. Namun demikian, beberapa hambatan kedepan yang nyata dan harus diantisipasi terutama menyangkut alih fungsi lahan pertanian.

Asisten Bupati Jombang dalam sambutannya mengemukakan perlunya memotivasi petani untuk mengadopsi teknologi yang berimbas positif terhadap kesejahteraan petani. Menanggapi hal tersebut, BPTP Jawa Timur pun telah berkomitmen untuk mendukung dengan menyelenggarakan sosialisasi inovasi teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian dalam bentuk pelatihan budidaya tanaman pangan yang dijadwalkan pada tanggal 4 Oktober 2017. Pelatihan ini akan diisi oleh Narasumber dari BPTP Jatim (Prof. Suyamto) dengan jumlah alokasi peserta sebanyak 200 orang petani di Kabupaten Jombang. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan outcome terhadap peningkatan produktivitas tanaman pangan dan Indeks Pertanaman (IP) tanaman pangan.

BPTP Jatim Hadiri Rapat Koordinasi Mendukung UPSUS Padi, Jagung dan Kedelai

Dalam rangka mendukung Upaya Khusus (UPSUS) pencapaian swasembada padi , jagung dan kedelai, BPTP Jawa Timur telah mengikuti rapat koordinasi UPSUS yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dan Direktorat Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 9 September 2017 di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DISPERTA) Jawa Timur ini dihadiri oleh Dirjen Tanaman Pangan (Dr. Sumardjo Gatot Irianto), Direktur Serealia (Dr. Ali Jamil), Kepala DISPERTA Jawa Timur, Pabandya Wanmil Kodam V/Brawijaya serta produsen benih jagung yang menjadi mitra Kementerian Pertanian antara lain: PT. BISI, PT. DUPONT Indonesia, CV. Purnamasari, CV. Karomah Jaya Mandiri, PT. Lensi Triguna Abadi serta PT. ASHTI.

 Agenda rapat koordinasi mencakup beberapa hal meliputi: (1) Penyampaian capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Jagung sampai dengan September 2017; (2) Penyampaian realisasi kontrak dan distribusi pengadaan benih Jagung di Jawa Timur tahun 2017 serta (3) Penanda tanganan surat pernyataan oleh produsen benih jagung untuk penyelesaian distribusi benih dengan tepat waktu. Koordinasi upaya pencapaian target produksi jagung, padi dan kedelai selanjutnya dipertajam dengan penanda tanganan komitmen oleh Dirjen Tanaman Pangan, DISPERTA Jawa Timur, BPTP Jawa Timur bersama Kodam V/Brawijaya untuk mencapai target LTT September 2017. (CTF)