JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

EKSPEDISI 1. 'Dream Team' SDG BPTP Jatim

Manusia memanfaatkan alam. Alam punya caranya sendiri untuk mempertahankan dirinya. Interaksi keduanya bisa berujung pada maslahat abadi atau kemusnahan

 

Desakan kebutuhan telah mendorong penggunaan varietas unggul baru. Kecenderungan itu bukan hanya mendesak keragaman kerabat atau kultivar liar tanaman, melainkan juga mengerucut kepada ketergantungan terhadap komoditas tertentu. Padahal, komoditas atau varietas unggul baru yang kita kenal sekarang, dulunya itu berasal dari domestikasi maupun persilangan kultivar liar/kerabat tertentu. Bagaimana kalau kelak, sekali lagi, kita membutuhkan sifat tertentu dari kerabat/kultivar liar yang kini mulai langka atau bahkan punah?

Guna menekan sekecil mungkin resiko kemusnahan varietas lokal sekaligus untuk mengkonservasinya, BPTP Jatim telah membentuk satu tim ekspedisi Sumberdaya Genetik (SDG). Kepala BPTP Jatim Dr. Didik Harnowo, mempercayakan tim itu untuk diketuai seorang breeder senior hortikultura BPTP Jatim Dr. Sudarmadi Purnomo.


Menurut Sudarmadi, penggunaan varietas tanaman yang diadaptasi secara lokal dapat berfungsi untuk meningkatkan kesehatan ekosistem untuk mengurangi pestisida dan pupuk, dan berpengaruh pada peningkatan struktur tanah. Jelas, manfaat itu justru merupakan hal mendesak untuk dapat kita kembangkan saat ini. Jadi, eksploitasi tanaman dan alam kita selama ini, kehilangan orientasinya ke masa depan.

Tim SDG mempunyai tiga target kerja untuk 2013, yaitu: (a) Konservasi SDG tanaman lokal Jawa Timur, baik on farm maupun ex situ, (b) Membangun database SDG tanaman lokal Jawa Timur, (c) Membangun jejaring pemanfaatan dan manajemen SDG tanaman lokal Jawa Timur dengan para pemangku kepentingan, dan (c) Mempublikasikan kemajuan manajemen SDG tanaman lokal Jawa Timur kepada masyarakat. Dengan target itu, kita berupaya bekerja sekomperhensip mungkin, tegas Sudarmadi.

Tahun ini BPTP Jatim akan melakukan eksplorasi tanaman pekarangan dengan titik lokasi berdasarkan kelompok etnis. Asumsinya, terdapat keragaman yang cukup tinggi mengingat kecenderungan etnis itu sendiri. Etnis tersebut adalah etnik Osing (Banyuwangi), Mataraman (Tulungagung), Pesisir (Tuban), Pendalungan (Pasuruan) dan Madura (Sumenep).

Anggota tim SDG diperkuat dengan delapan anggota dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Dr. Didik Harnowo, Prof (R).Dr. Moh. Cholil Mahfud, Ir. Handoko, MSc, Ali Ari Widodo, SP., MSc, Tohir Zubaidi, APi, Ir. Bambang Pikukuh, Saiful Hosni, SP, Abu, SP dan Bonimin.

“Tim ini harus saya sebut dream team (Inggris: tim mimpi), karena ingin berkontribusi untuk mewujudkan mimpi manusia dan kemanusiaan dalam pemenuhan pangannya”, tutur Sudarmadi sambil menghela nafas.

Semoga mimpinya menjadi kenyataan ya Pak.