JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

EKSPEDISI 2. Pembibitan Cabe Ramah Lingkungan, Efisien Tempat, Biaya dan Cepat

Pin It

Manusia memanfaatkan alam. Alam punya caranya sendiri untuk mempertahankan dirinya. Interaksi keduanya bisa berujung pada maslahat abadi atau kemusnahan

 

Ekspedisi kadang tidak hanya menemukan tanaman unik atau langka, tetapi juga teknik baru yang diterapkan petan, contohnya alat panen buah dan produksi benih bayam yang lalu. Terinspirasi dari ekspedisi ke Tuban dan Blitar, tim SDG BPTP Jatim berhasil menyusun teknik pembibitan cabe ramah lingkungan, efisien tempat, biaya dan cepat.

Pembibitan dilakukan pada keranjang industri (lihat gambar) berukuran panjang 60 cm, lebar 40 cam dan tinggi 15 cm. Keranjang diberi alas dengan daun pisang pada bagian bawah dan sampingnya. Kemudian isi keranjang dengan bokhasi sekitar 8 cm, lalu siram sampai jenuh.



Buat lubang pada media bokhasi sedalam 0,5 cm dengan pensil dan jarak tanam sekitar 2-3 cm. Letakkan benih cabe pada lubang, lalu tutup dengan bokhasi setebal 1 cm. Tutup keranjang dengan karung plastik bekas pupuk/beras (Jawa: glangsi). Keranjang bisa ditumpuk 2-3 susun.

Setelah bibit berumur 4-5 hari, buka tutup karung. Jika keadaan lingkungan normal, kita tidak perlu menyiram sampai bibit berumur 4-5 hari itu.

Sampai di sini, kita mempunyai dua pilihan tanam berdasarkan umur bibit, yaitu: (1) Tanam cara cepat, bibit berumur 12-14 hari sejak sebar biji, atau (b) Tanam biasa pada umur bibit 3-4 minggu sejak sebar biji.

Jika memilih tanam cepat, setelah tutup karung dibuka, keranjang dipindahkan ke lahan lokasi tanam dan keranjang tidak ditumpuk. Biarkan sekitar satu minggu, maka bibit pun siap ditanam. Jika ditangani dengan baik, persentase tanaman yang hidup di lahan sama dengan cara biasa.

Jika memilih cara biasa, bibit siap tanam 2-3 minggu setelah tutup karung dibuka. Perlu diperhatikan, karena keranjang ditumpuk, maka selama rentang waktu 2-3 minggu itu, posisi keranjang dibalik bergantian (dari bawah dipindah ke atas) 2-3 hari sekali. Tujuannya, agar bibit memperoleh sinar yang cukup. Lebih dianjurkan, keranjang tidak ditumpuk langsung, tetapi disusun dalam sebuah rak vertikal. Untuk menjaga kesegarannya, saat tanam keranjang dibawa ke lahan.

Keuntungan cara di atas adalah: (a) Lebih hemat lahan pembibitan, karena keranjang bisa ditumpuk 2-3 susun, (b) Tidak memerlukan rumah pembibitan, (c) Lebih cepat tanam jika memilih cara pertama di atas, (c) Lebih ramah lingkungan dan efisien daripada menggunakan kantong plastik maupun polibag. Meski pun harga keranjang industri lebih mahal, tetapi dapat digunakan berulang kali dan dikompensasi oleh tidak perlunya membuat rumah pembibitan.

Dengan teknik ini pula cabe hasil ekspedisi Tim SDG BPTP Jatim dapat diperbanyak dengan baik dan cepat. Pada awal bulan Mei 2013, atas permintaan Kepala Badan Litbang Pertanian, benih-benih itu didistribusikan ke tiga puluh tiga BPTP di seluruh Indonesia. Benih itu digunakan untuk mendukung program M-KRPL. Masing-masing BPTP memperoleh sekitar 5-10 g dari 10-15 varietas/asesi, tergantung kepada ketersedian benihnya. (DAR)