JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

EKSPEDISI 4. Tim SDG BPTP Jatim Kembangkan Metode Baru ‘Eksplorasi Etnikal’ (2)

Manusia memanfaatkan alam. Alam punya caranya sendiri untuk mempertahankan dirinya. Interaksi keduanya bisa berujung pada maslahat abadi atau kemusnahan

Menemukan tanaman baru dalam eksplorasi, itu sudah biasa. Tetapi kalau sebuah tim eksplorasi menemukan metode eksplorasi baru, itu baru luar biasa.

“Saya tidak terlalu yakin”, sela ketua tim SDG BPTP Jatim, Dr. Sudarmadi Purnomo, “tetapi yang pasti, metode ini adalah hasil improvisasi yang timbul karena eksplorasi dilakukan hanya di pekarangan. Selain itu karena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga”


Kebaruan metode eksplorasi yang digagas oleh sang ketua tim itu, bukan hanya cara penentuan sasarannya, melainkan juga pada unsur-unsur lain yang secara praktikal jarang dilakukan dalam eksplorasi konvensional.

“Metode yang kami kembangkan, mungkin tidak dapat diakui secara akademik, meski ada hal baru yang kami terapkan. Selain penentuan lokasi sasaran, beberapa hal juga kami terapkan sebagai satu paket dengan metode eksplorasi etnikal itu. Pertama,  kami tidak hanya merekam tanaman, tetapi juga berdiskusi tentang sejarah setempat, dengan harapan dapat dikaitkan dengan tanaman yang kami temui tentang asal-usulnya. Sayang sekali, sejauh ini kami tidak berhasil menemukan kaitannya.

Kedua, kami menggali kemungkinan ditemukannya tanaman pangan fungsional menurut versi penduduk setempat. Ketiga, juga menggali informasi tentang olahan tradisional atau menu kuliner lokal.”

Secara substansial, dimana letak kebaruan dari metode yang Bapak kembangkan?

“Kebaruannya terletak pada upaya eksplorasi yang lebih komperhensip. Metode itu tidak hanya mengeksplorasi tanaman, melainkan juga hal lain yang terkait dengan tanaman itu sendiri. Saya menggunakan kata etnikal, untuk menunjukkan perhatian kita kepada manusianya, agar sebuah metode tidak memisahkan manusia dari alam sekitranya yang menjadi objek akademis. Intinya, merekam objek dengan tidak melupakan subjeknya, yaitu pemilik tanaman.”

Tidak ada niat untuk mempatenkan atau mempertahankan dalam sebuah forum akademik, Pak?

Ah, enggaklah”, jawab sang ketua menutup pembicaraan. (SH)