JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

EKSPEDISI 5. Ronggo Lawe pun Tewas di Sungai Tambak Beras

Manusia memanfaatkan alam. Alam punya caranya sendiri untuk mempertahankan dirinya. Interaksi keduanya bisa berujung pada maslahat abadi atau kemusnahan

 

Pertarungan satu lawan satu antara Ronggo Lawe, sang Adipati Tuban (1293-????), dengan Kebo Anabarang di tepian sungai Tambak Beras itu tak berimbang. Anabarang kewalahan menghadapi kepiwaian Ronggo Lawe. Pertarungan dua sahabat itu adalah pertarungan antara keyakinan dengan kepatuhan. Ronggo Lawe yakin kepada prinsip kebenaran, sedangkan Anabrang adalah sosok prajurit yang patuh kepada Rajanya, Raden Wijaya. Sebelum ini, mereka dua sahabat karib, tetapi kini saling tuduh sebagai pengkhianat.

Ekspedisi tim SDG BPTP Jatim ke Kabupaten Tuban, dipimpin langsung oleh ketuanya, Dr. Sudarmadi Purnomo (11-15/5/13). Ekspedisi perdana tim ini disambut oleh cuaca yang cukup panas, karena hujan mulai agak jarang turun. Tuban memang dikenal sebagai daerah kering. Wajar, kalau kedigdayaan Ronggo Lawe justru di daratan, bukan di sungai. Saatnya nanti, hal itu akan terbukti.

Perjalanan ekspedisi menargetkan 30 pekarangan rumah warga. Namun, blusukan dari satu pekarangan satu ke pekarangan selama hampir satu minggu itu, hanya berhasil mengunjungi 15 pekarangan. Meskipun begitu, tim berhasil mengumpulkan 51 jenis tanaman, terdiri dari 113 nomor aksesi dari golongan tanaman pangan, buah, sayur, biofarmaka dan industri.

Dari jumlah itu secara bertahap sudah dikoleksi dan ditanam BPTP Jatim. Beberapa jenis tanaman belum dapat diperoleh benihnya karena belum panen. Keunikan ciri berdasarkan informasi dari pemiliknya dapat disimak pada tabel berikut.

No

Komoditas

Ciri unik

Perbanyakan

1

Padi Pendok

Aroma beras dan nasi wangi

Benih/malai padi

2

Bentoel Ungu

Warna ungu umbi

Umbi bibit

3

Kentang hitam

Kentang tahan kering sebagai pangan fungsional

Umbi bibit

4

Talas ungu

Warna ungu umbi

Umbi bibit

5

Terong Tuban

Terong hijau dengan ukuran buah sangat besar

Buah masak panen

6

Bayam Winong

Bayam cabut sangat genjah

Benih

7

Tebu tek

Kulit mudah dikupas dengan daging yang empuk

Stek

8

Kacang tunggak Sriwet

Warna polong sejak muda hingga panen ungu-hitam

Biji

9

Sawo

Ukuran buah besar dengan hanya dua biji dalam buah

Bibit susuan

10

Pisang bangil

Tandan dan buah pisang mirip Kepok kuning

Bibit anakan

11

Kecipir

Kecipir lokal, buah empuk, baik untuk lalapan segar

Biji

12

Uwi Gembili

Warna ungu umbi yang berbatasan dengan kulit

Umbi bibit

Meski Adipati Tuban Ronggo Lawe dikenal temperamental, namun masyarakat Tuban yang dijumpai tim justru lebih dekat dengan sifat “Nges(TU)ake Kewaji(BAN)”, yang berarti taat kepada kewajiban. Bagian dari frasa itu dikenal sebagai salah satu nama asal Tuban yang sampai kini masih kontroversi.

Amuk Ronggo Lawe memaksa Anabrang terdesak, sampai akhirnya tercebur ke sungai Tambak Beras. Tanpa berpikir panjang, karena dikuasai oleh emosi memuncak, Ronggo Lawe pun menceburkan dirinya menyusul Anabrang ke sungai.

Keadaan kini berbalik, karena Ronggo Lawe yang tak bisa berenang, malah megap-megap (Jawa: terengah-engah), mempertahankan tubuhnya agar tidak tenggelam. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Anabrang. Ronggo Lawe yang sedang sibuk dengan upayanya menyelematkan diri, tak sadar dengan pedang Anabrang yang berkelebat menusuk punggungnya berkali-kali. Ronggo Lawe pun tewas.

Tubuh Ronggo Lawe mengapung, hanyut perlahan menyusuri sungai. Tapi hal itu tak berlangsung lama, karena para prajuritnya yang terhenyak, segera sadar dan mengangkat tubuh yang mulai kaku itu ke darat. Alam yang senyap menjadi saksi, dan matahari mulai tenggelam. Tim SDG pun pulang menuju penginapan di hari pertama. (SH).