JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

JANGAN LUPA 4. Pupuk Kimia, Dulu dan Sekarang

Pin It

Manusia memanfaatkan alam. Alam punya caranya sendiri untuk mempertahankan dirinya. Interaksi keduanya bisa berujung pada maslahat abadi atau kemusnahan

 

Belakangan kita sering mendengar kabar kelangkaan pupuk di beberapa wilayah. Keadaan seperti itu tak terbayangkan bisa terjadi di era 70-an, sebab petani belum terbiasa dengan “garam berkhasiat” atau pupuk. Untuk keperluan tanamannya, petani masih menggunakan pupuk kandang , bahkan tidak dipupuk sama sekali.

Pupuk kimia yang kita kenal sekarang mulai diperkenalkan pada awal tahun 70-an, terutama untuk tanaman padi. Setelah mengenyam mujarabnya pupuk kimia dalam meningkatkan produksi, kini kita sampai pada era petani yang “fanatik” menggunakan pupuk kimia.

Banyak dari mereka yang ditengara berlebihan dalam penggunaan pupuk. Pemberian pupuk kimia cenderung dilakukan untuk memuaskan kesenangan petani (melihat tanaman padinya yang hijau) daripada kebutuhan tanaman.

Kita dapat melihat lonjakan peningkatan penggunaan pupuk kimia di Indonesia berikut:

  • Tahun 1970 hanya 0,2 juta ton
  • Meningkat menjadi 2 juta ton pada  tahun 1980
  • Secara konsisten meningkat terus menjadi 3,75 juta pada tahun 1985
  • Pada tahun 1989–1998 penggunaan pupuk kimia berkisar antara 4,6–4,8 juta ton
  • Meningkat tipis sampai 2011 karena dihentikannya subsidi pupuk

 

Sejak tahun 1985 subsidi pupuk dikurangi, kemudian dicabut total pada tahun 1998. (SH).

Diolah dari: http://artoboto.blogspot.com/;
http://andrikonotosusanto.blogspot.com/