JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

EKSPEDISI 9: Koalisi dengan Koro Pedang Substitusi Kebutuhan Kedelai

Pin It

Manusia memanfaatkan alam. Alam punya caranya sendiri untuk mempertahankan dirinya. Interaksi keduanya bisa berujung pada maslahat abadi atau kemusnahan

 

Beberapa kali kita disibukkan oleh keterbatasan pasok kedelai untuk memenuhi kebutuhan pengrajin tempe. Meski potensi produksi kedelai dalam negeri cukup tinggi, namun persoalannya justru terletak pada harga kedelai yang seringkali kurangmenarik bagi petani.

Banyak pilihan sebenarnya untuk memecahkan persoalan di atas, mulai dari kebijakan sampai dengan mencari komoditas pengganti atau substitusi. Tim Sumberdaya Genetik (SDG) BPTP Jatim telah mengidentifikasi koro Pedang tipe tegak sebagai pilihannya. Menurut Ketua Tim SDG, Dr. Sudarmadi Purnomo, potensi produksi Koro Pedang Tegak 2,9-6 ton/ha, jauh lebih tinggi daripada kedelai yang secara nasional hanya 1,6 ton/ha.

Keunggulan lainnya, ketersedian produk polongnya bisa berkesinambungan karena termasuk tanaman tahunan yang bisa dipanen beberapa kali. Habitus tanaman yang tegak juga tidak memerlukan lahan yang luas dan para-para seperti halnya koro pedang lainnya, cukup dengan lanjaran saja. Koro Pedang Tegak juga mampu beradaptasi di lahan marjinal.

Proses pembuatan dan keragaan tempe Koro Pedang Tegak tidak jauh berbeda dengan tempe kedelai. Warna cenderung lebih putih dengan harga jual lebih tinggi.

Masih menurut Purnomo, komoditas hasil eksplorasi di Probolinggo ini memiliki zat penghambat  aktifitas  ACE  (Angiotensin  Converting  Enzyme). ACE adalah enzim yang  bertanggung  jawab  terhadap  meningkatnya  tekanan  darah.  Aktifitas penghambatannya jauh lebih baik dibanding peptida serupa dari tempe kedelai.

Lahan pertanian semakin sempit menambah prospek Koro Pedang Tegak untuk diusahakan di kebun pekarangan. Koro ini juga penambat nitrogen yang lebih baik daripada kedelai, dengan produk biomassa pupuk hijau lima kali lipat daripada kedelai. Awal panennya pada umur 3-4 bulan.

Saat ini Tim SDG BPTP Jatim tengah intensif melakukan pengkajian berbagai sayuran lokal Jatim hasil eksplorasi dan memproduksi benihnya, termasuk Koro Pedang Tegak. Masyarakat yang berminat mengembangkan dapat memperoleh benihnya secara gratis. (SH).

EKSPEDISI 1. 'Dream Team' SDG BPTP Jatim

EKSPEDISI 2. Pembibitan Cabe Ramah Lingkungan, Efisien Tempat, Biaya dan Cepat

EKSPEDISI 3. Tim SDG BPTP Jatim Kembangkan Metode Baru ‘Eksplorasi Etnikal’ (1)

EKSPEDISI 4. Tim SDG BPTP Jatim Kembangkan Metode Baru ‘Eksplorasi Etnikal’ (2)

EKSPEDISI 5. Ronggo Lawe pun Tewas di Sungai Tambak Beras

EKSPEDISI 6. Tradisi dapat Selamatkan Varietas Lokal

EKSPEDISI 7. Makanan Purba Kentang Hitam di Negeri Besi Kuning

EKSPEDISI 8. Orang Pintar Suka Makan ‘Ranti