JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Fasilitas

Untuk mendukung kegiatan pengkajian dan diseminasi hasil-hasilnya, BPTP Jatim dilengkapi dengan sarana dan prasarana, mulai dari yang mendasar (laboratorium), Kebun Percobaan, lahan, berbagai bangunan, perpustakaan, Klinik Agribisnia dan Unit Produksi Benih Sumber (UPBS). BPTP Jatim memiliki 3 instalasi, berupa 2 kebun percobaan (KP Karangploso di Malang dan KP Mojosari di Mojokerto) dan 1 Laboratorium Diseminasi Wonocolo di Surabaya. Secara mendasar, ketiga instalasi tersebut mempunyai fungsi yang unik. KP Karangploso dan Mojosari, secara umum berfungsi sebagai lokasi kegiatan pengkajian dan diseminasi, visitor plot dan produksi berbagai hasil kajian. Sedangkan Labdis Wonocolo, secara khusus berfungsi untuk memproduksi bahan-bahan diseminasi dan penyuluhan, baik cetak maupun audio-visual BPTP Jatim didukung oleh SDM sejumlah 213 orang dari berbagai strata pendidikan (gambar di samping). Laboratorium Diseminasi Wonocolo Kebun Percobaan Mojosari Kebun Percobaan Karangploso.

Yang dimaksud pengkajian adalah pengujian kesesuaian beberapa teknologi yang dihasilkan balai penelitian komoditas nasional dalam berbagai aspeknya. Dengan demikian, ciri pengkajian BPTP Jatim adalah: Pertama, secara relatif, mencakup semua komoditas yang berkembang di Jawa Timur, baik tanaman maupun ternak. Kedua, memasukkan semua unsur 

teknis hasil penelitian yang mungkin, sehingga luarannya berupa rakitan teknologi. Ketiga, rakitan teknologi yang dihasilkan bersifat spesifik lokasi. Oleh karena itu setiap kegiatan pengkajian selalu mempertimbangkan daya dukung lokal, baik daya dukung sumberdaya alam maupun manusianya (petani). Untuk memperoleh rakitan teknologi spesifik lokasi tersebut, dan meningkatkan adopsinya, pengkajian BPTP Jatim senantiasa berkordinasi dengan instansi terkait di daerah serta melibatkan partisipasi petani. Kegiatan pengkajian dan diseminasi yang saat ini dilakukan oleh BPTP Jatim adalah: Primatani (di 19 kabu¬paten), PUAP (31 kabupaten), FEATI (3 Kabupaten), dan kerjasama dengan Diknas (SINTA). Pada tahap berikutnya, kegiatan pengkajian diikuti dengan diseminasi (penyebarluasan) hasil-hasil kajian agar dapat dikenal, diketahui, dipahami, dan pada gilirannya diadopsi dan diterapkan oleh petani secara lebih luas. Pada dasarnya seluruh lapisan masyarakat dapat memperolehnya melalui berbagai layanan yang disediakan BPTP Jatim.