Kamis, Oktober 18

Inventarisasi Lahan Pajale Berbasis Aplikasi Android

Sidoarjo, 04 September 2018 – BPTP Jatim terus melakukan terobosan dalam rangka mendukung UPSUS Pajale. Kali ini bertempat di Kabupaten Sidoarjo, BPTP Jatim melakukan Workshop Percepatan LTT Melalui Optimalisasi Penggunaan Lahan Untuk Mendukung UPSUS Pajale. Dalam acara tersebut dilakukan inventarisasi lahan pajale berbasis sistem android melibatkan petugas lapang (mantri tani, penyuluh, dan POPT) dari semua kecamatan sebanyak 50 orang.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perkebunan Kabupaten Sidoarjo, Ir. Handajani, MM dan dihadiri oleh kepala BPTP Jatim, Dr. Chendy Tafakresnanto, MP.
Dalam sambutannya, kepala BPTP Jatim menyampaikan bahwa saat ini luas lahan pertanian di Kabupaten Sidoarjo semakin berkurang karena adanya alih fungsi lahan, sehingga perlu upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas Pajale yang dapat ditempuh melalui rekayasa sistem tanam dan penerapan inovasi teknologi. Disampaikan.juga bahwa data yg akurat terkait sumberdaya lahan maupun provitas berbasis spasial saat ini sangat diperlukan dalam rangka menuju precision farming dan pertanian modern.

Materi workshop disampaikan oleh Dr. Atekan, salah satu peneliti BPTP Jatim, dengan topik Database pertanian berbasis spasial mendukung UPSUS Pajale. Dalam pemaparannya disampaikan arti penting dari data pertanian yang terhimpun secara terstruktur (basis data) dan bereferensi geografis yang dapat disajikan secara spasial, sehingga memudahkan dalam mengolah, menyajikan, dan bisa memberikan manfaat untuk pengembangan pajale khususnya.
Dalam pemaparan tersebut juga dikenalkan bagaimana data diinput, disimpan, dan diolah sebagai satu kesatuan basis data dalam perangkat lunak komputer berbasis spasial. Pada sesi akhir acara peserta workshop diajarkan aplikasi Avenza Map pada HP berbasis Android untuk pengecekan/updating data di lapangan. Harapannya, dengan kegiatan ini nantinya pencatatan data sumberdaya lahan dan komoditas pertanian lebih akurat, lengkap, mudah diolah dan gampang diakses.

Jayalah terus pertanian Indonesia !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *