Sabtu, Desember 7

Kegiatan OPAL BPTP Jatim, jadi destinasi pembelajaran Optimalisasi lahan perkantoran

BPTP Jawa Timur, 2 Agustus 2019 – Keberhasilan BPTP Jatim dalam memanfaatkan area perkantoran untuk budidaya aneka jenis tanaman sumber pangan melaui program Obor Pangan Lestari (OPAL), telah menjadikan BPTP Jatim sebagai salah satu destinasi bagi masyarakat dan stake holder terkait yang ingin belajar tata kelola pemanfaatan lahan pekarangan. Melalui kegiatan OPAL ini, Kementan memang berharap supaya seluruh kantor instansi pertanian dapat memanfaatkan area perkantoran sebagai penyedia pangan dan sebagai percontohan untuk masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan.

Hal ini pula yang menarik minat Dinas Pertanian Kab. Pandeglang, Prov. Banten untuk melaksanakan study banding kegiatan OPAL di BPTP Jatim, mereka ingin melihat dan belajar langsung optimalisasi areal kantor dan penerapan agro inovasi di BPTP Jatim untuk diterapkan di Pandeglang. Kepala Dinas Pertanian Pandeglang dan Kabid Horti hadir langsung dalam kegiatan study banding ini.

Dalam berbagai kesempatan kepala BPTP Jatim, Dr. Chendy Tafakresnanto sering menegaskan bahwasannya BPTP merupakan miniatur Balitbangtan, oleh karena itu pengelolaan lahan dan sistem budidaya tanaman di BPTP harus menerapkan inovasi teknologi Balitbangtan seperti halnya teknologi yang kita diseminasikan kepada stake holder terkait. Dalam studi banding ini, tim dari Dinas Pertanian Kab. Pandeglang melihat secara langsung bagaimana areal perkantoran di BPTP Jatim dikelola sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan baik berupa sayuran, buah-buahan, tanaman pangan dan komoditas pertanian lainnya. Selain sebagai penghasil pangan, pengelolaan lahan di BPTP Jatim juga menambah keindahan lingkungan dari segi estetika. Puas melihat kegiatan OPAL di BPTP Jatim, Kadisperta Kab. Pandeglang menyatakan bahwa pihaknya siap mereplikasi kegiatan ini di wilayahnya.

Melengkapi kegiatan studi banding ini, dilakukan penyerahan aneka benih sayuran dan bunga kepada Diperta Pandeglang. Sebagai bahan diseminasi juga diserahkan leaflet dan panduan praktis terkait inovasi teknologi Balitbangtan diantaranya teknologi budidaya bawang merah, bawang putih, teknologi Jarwo super, tumpangsari, KRPL dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *