Rabu, Agustus 22

Kementan dorong Intensifikasi Pekarangan untuk Perkebunan dan Peternakan

Anggota Komisi IV DPR RI Ibnu Multazam (dua dari kanan) didampingi Kepala BPTP Jatim, Chendy Tafakresnanto (kanan) dan Kepala Pusat Penelitian Ternak Banglitbang Kementan Atien Priyanti (kiri) menyerahkan bantuan ayam KUB pada KWT di Ponogoro, Senin (2/4/2018)/Istimewa

Bisnis.com, MALANG—Kementerian Pertanian, lewat Badan Litbang Pertanian mendorong intensifikasi pekarangan dengan kegiatan penanaman komoditas holtikultura, usaha perkebunan, dan usaha peternaka

Kepala Pusat Penelitian Ternak Banglitbang Kementan Atien Priyanti mengatakan bimbingan teknis (bimtek) perlu karena bertujuan untuk meningkatkan dan mempercepat produksi pertanian sehingga dapat berdaya saing dan meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat ponorogo mulai dari hulu-hilir harus satu sinergi.

“Balitbang Pertanian berkomitmen untuk mengawal kegiatan perbenihan serta meningkatkan intenfikasi pekarangan dgn komiditas hortkultura, perkebuanan dan peternakan,” katanya dalam keterangan resminya, Selasa (3/4/2018).

Pernyataan itu disampaikan saat membuka acara Bimtek Perbenihan di Kec. Siman Ponorogo, Jatim, Senin (2/4/2018).

Dalam kesempatan itu juga diberikan bibit mangga sebanyak 7.000 batang, kopi 9.000 batang, pepaya 500 batang, pisang 500 batang, kelapa 1.700 batang, ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB) 2.000 DPC.

Anggota Komisi IV DPR RI Ibnu Multazam mengatakan bantuan yang diberikan berupa benih/bibit tersebut harap di kelola dengan senang dan riang gembira, sehingga bantuan yang diterima benar-benar bermanfaat bagi upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Bantuan yang diberikan kepada petani semakin meningkat setiap tahunnya sehingga diharapkan semaki mensejahterakan mereka. Bantuan kopi, kelapa, mangga, pepaya, dan pisang merupakan wujud kegiatan aspirasi anggota komisi IV DPR RI yang telah diatur oleh Undang-undang.

Bantuan disesuaikan dengan potensi wilayah setempat seperti wilayah Ngebel mendapatkan bantuan kopi, kelapa, wilayah siman bantuan ayam.

Dia juga berharap, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jatim, dapat membantu untuk melatih atau mendampingi dalam penerapan inovasi teknologi dalam pertanian.

Kepala BPTP Jatim, Chendy Tafakresnanto, mengatakan bagi BPTP tugas untuk melaksanakan kegiatan Bimtek penting untuk mengawal dan mendampingi petani agar benih/bibit yang diberikan kepada petani lewat kelompok tani, kelompok wanita tani bisa terdistribusi dan betul-betul dibudidayakan sesuai dengan teknis budidayanya dan pemeliharaan komoditas tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Ponorogo, Harmanto, mengatakan dengan adanya kegiatan Bimtek maka diharapkan mampu meningkatkan produksi komoditas holtikultura, perkebunan, dan peternakan. Pada gilirannya akan meningkatkan pula penghasilan dari masyarakat sehingga dapat memberikan kemakmuran bagi mereka.

Bantuan bibit yang diberikan Kementan ke petani itu, sesuai dengan agroklimat daerahnya. Seperti di daerah Ngebel, Kab. Ponorogo, maka komoditas perkebunan yang cocok justru kopi.

Jenis bantuan tanaman itu perlu disesuaikan dengan karakteristik agar tingkat keberhasilan budi daya menjadi tinggi.

Meski begitu, petani tetap perlu diberikan pengawalan dan pendampingan dalam melakukan budi daya tanaman dan ternak sehingga potensi keberhasilan tinggi serta dapat berkesinambungan.

Editor: Rustam Agus

Sumber: http://surabaya.bisnis.com/read/20180403/531/779763/kementan-dorong-intensifikasi-pekarangan-untuk-perkebunan-dan-peternakan#.WsOb7Sl8N54.whatsapp

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *