Rabu, November 21

Kepala BPTP JATIM : “Saatnya Kita Revolusi Hortikultura Melalui Bawang Putih”

(Lumajang, 31/10/2018) BPTP Balitbangtan Jatim terus semangat dalam mendukung tercapainya swasembada 7 komoditas strategis nasional, termasuk bawang putih. Hal ini juga sebagai upaya dalam mengembalikan kejayaan bawang putih yang pernah dicapai di Indonesia tahun 1990an. Melalui kegiatan kaji terap, telah dilakukan panen bawang putih varietas Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning di kelompok tani Kayu Manis, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Hadir dalam acara ini Kepala BPTP Balitbangtan Jatim, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Kepala Desa Kandangtepus, beserta kelompok tani dan petugas dari Kecamatan Pasrujambe dan Senduro. Jumlah undangan sebanyak 75 orang.

Acara diawali dengan pameran display bawang putih hasil demfarm kaji terap di Kecamatan Senduro dan Pasrujambe dan dilanjutkan panen bersama bawang bawang putih.

Sementara itu dalam sesi temu wicara, penanggung jawab Kaji Terap, Ir. Tini Siniati, M.Si memaparkan bahwa program kaji terap bawang putih ini berawal dari program Kementan yang akan berupaya untuk swasembada bawang putih 2021. Untuk itu perlu adanya kegiatan yang berkontribusi pada program tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang menyatakan bahwa bawang putih lokal ternyata juga tidak kalah dengan bawang putih impor. Demfarm dibutuhkan sebagai bahan pembelajaran bagi petani yang baru menanam maupun yang akan menjalin kemitraan dengan importir.

Petani pelaku kaji terap juga bersemangat dalam membagi pengalaman menanam bawang Putih. Dua orang petani, Paidi dari Pasrujambe dan Purwanto dari Senduro menceritakan mengenai kesulitan yang dialami diawal tanam, banyak bertanya dan pada akhirnya memperoleh hasil yang baik seperti saat ini.

Sementara itu, kepala BPTP Jatim, Dr. Ir. Chendy Tafakresnanto, MP menjelaskan bahwa 2018 merupakan tahun revolusi tanaman hortikultura. Pemerintah akan membagikan secara gratis benih unggul untuk petani, karena 40% produktivitas pertanian ditentukan oleh benih serta didukung oleh faktor lingkungan.

Kaji terap ini dilakukan di Lumajang karena kondisi alam Kabupaten Lumajang yang sesuai untuk budidaya bawang putih. Peneliti BPTP Jatim, Ir. Baswarsiati, M.Si menambahkan bahwa hasil panen kaji terap ini baik dan dapat digunakan sebagai benih untuk tanam April tahun depan. Masa dormansi bawang putih umumnya 4-5 bulan, namun dengan teknologi yg telah dikaji oleh BPTP, masa dormansi dapat dipersingkat menjadi 2 bulan dengan perlakuan khusus menggunakan mesin pendingin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *