Rabu, Oktober 16

Koleksi Plasma Nutfah Padi

SDG (Sumber Daya Genetik) BPTP Jawa Timur memiliki tugas utama yaitu memfasilitasi petani dalam melakukan pendaftaran varietas tanaman lokal dan sebagai perpanjangan tangan dari Komda SDG pusat untuk melakukan eksplorasi dan pendataan sumber daya tanaman yang ada di Indonesia khususnya wilayah Jawa Timur. Selama proses eksplorasi tersebut ditemukan 198 varietas lokal baik yang sudah dilakukan pendaftaran varietasnya ataupu belum dilakukan pendaftaran varietasnya. Selain itu juga didapatkan 129 Galur dan aksesi padi yang ditemukan saat proses penanaman padi di kebun BPTP Jawa Timur.

Padi-padi yang terdata terdiri dari padi beras putih, beras merah, beras hitam dan padi ketan yang juga terdiri dari padi ketan putih, padi ketan merah, dan padi ketan hitam. Diantara padi-padi tersebut terdapat jenis Padi Varietas Kali Lo A3 yang memiliki rasa sangat enak untuk dikonsumsi. Kriteria penentuan rasa tersebut terdiri dari bentuk nasi yang bulat dan tidak patah-patah, rasa nasi yang pulen, dan tekstur yang terpisah-pisah sehingga cocok dimakan tanpa menggunakan kuah masakan. Padi yang memiliki warna beras merah dan memiliki keunggulan rasa adalah Padi Varietas Merah Wangi, sedangkan padi yang memiliki warna beras hitam adalah Padi Varietas Cemani dan Samanhudi yang dikembangkan oleh petani asal Banyuwangi sebagai bahan tanam padi organik.

Padi ketan yang memiliki warna beras putih diantaranya adalah Padi Ketan Kutuk, Padi Ketan Jahe, Ketan Serang, Ketan Mentok Ponorogo. Padi ketan yang memiliki warna beras merah adalah Padi Ketan Merah Pacitan, sedangkan padi ketan yang memiliki warna beras hitam antara lain Padi Ketan Hitam Blitar, Padi Ketan Hitam Banyuwangi, Padi Ketan Hitam Jember, dan Padi Ketan Hitam Arum Manis. Padi ketan sendiri umumnya memiliki tekstur yang lengket dibandingkan dengan padi biasa. Biasanya beras ketan sering dikonsumsi oleh orang yang sedang melakukan diet karena mengandung karbohidrat yang lebih rendah dibandingkan beras biasa, memiliki kadar amilosa yang sangat rendah dan kadar amilopektin yang tinggi (Sumber: Badan Litbang Pertanian). Beras ketan yang dikonsumsi secara rutin dapat mengurangi resiko penyakit jantung, menyeimbangkan metabolisme dalam tubuh, menjaga tulang tetap sehat, memperlancar sistem pencernaan dam mencegah anemia (Sumber : Alodokter).

Baik beras biasa maupun beras ketan yang berwarna merah dan hitam dapat digunakan sebagai alternatif beras konsumsi yang memiliki kandungan gizi lebih kompleks dibandingkan dengan beras putih sehingga dapat digunakan sebagai nasi konsumsi sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *