Rabu, Oktober 16

Koleksi Sumberdaya Genetik Labu di BPTP Jatim

Sebagai bentuk upaya pelestarian plasma Nutfah Indonesia yang ditenggarai hampir punah hingga 75% (sumber : Peripi), BPTP Jawa Timur terus berupaya untuk melakukan eksplorasi dan konservasi bahan tanam berbagai plasma nutfah dari kabupaten/kota penjuru Provinsi ini. Saat ini, BPTP Jawa Timur memiliki koleksi plasma nutfah jenis labu yang cukup beragam. Salah satu koleksinya yang termasuk dalam famili _Cucurbitaceae_ ini memiliki keragaan yang unik dan menarik dari segi warna, bentuk dan citarasa buah. Bentuk bulat, lonjong, butternut ataupun bentuk botol dengan varian warna kulit dari hijau gelap hingga hijau terang, kuning dan lain-lain menjadi daya tarik tersendiri bagi koleksi ini.

Salah satu varian tersebut adalah jenis Labu Botol Kadri ( _Lagenaria siceraria_ (Mol.) Standl). Bobot per buahnya berkisar antara 0,65 – 1,25 kg dengan warna buah putih susu. Kulit buah tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai hiasan, alat bantu musik (resonator) maupun celengan jika dikeringkan secara utuh. Selain itu, komposisi nilai nutrisinya juga baik, protein, vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B9 dan tentunya vitamin C menjadikan labu ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sumber pangan fungsional.

Ada pula jenis labu kuning ( _Cucurbita moschata_ Durch.) yang biasa disebut dengan nama Waluh Kuning. Warna yang kuning dengan kandungan beta karoten sekitar 2,139 – 3,915 µg/gr (Majid, 2010; Faridah, 2016) tentunya dapat memenuhi asupan kebutuhan vitamin A pada mata. Selain itu sebagai salah satu zat antioksidan, beta karoten dipercaya dapat menurunkan resiko kanker, menjaga kesehatan jantung serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Air buahnya berguna sebagai penawar racun binatang berbisa, sementara bijinya menjadi obat cacing pita (Farmasi UGM).

Tentu masih banyak plasma nutfah Indonesia yang perlu dieksplorasi, dilestarikan, dan dimanfaatkan agar tersedia bahan pangan yang bergizi, beragam dan menyehatkan. Disamping menjadi materi dasar dalam perakitan varietas unggul baru yang lebih produktif dan kualitas. Mari kita jaga, lestarikan dan manfaatkan plasma nutfah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *