Rabu, Oktober 16

Lahan Makin Sempit, Sidoarjo Bersiap Tumpangsari

Sidoarjo, 17 Juni 2019 – Sidoarjo sebagai kabupaten penyangga Surabaya ibukota Jatim, cukup signifikan mengalami fungsi alih lahan pertanian, baik untuk pemukiman maupun industri. Tak patah semangat, petani Sidoarjo mengambil langkah untuk mencoba program tumpangsari pajale yang ditawarkan pemerintah pusat. BPTP Jatim pun hadir ditengah-tengah untuk mendampingi secara teknis dalam pelaksanaannya. Bertempat di Dinas Pangan dan Pertanian kabupaten Sidoarjo, BPTP Jatim hadir dalam “Sosialisasi Teknologi Peningkatan IP Tanaman dan Tumpangsari Pajale, Inventarisasi Hasil Sosialisasi” dengan narasumber Ardiansyah, SST. Hadir pula Kabid tanaman pangan dihadapan 55 orang peserta yang terdiri atas mantri tani, penyuluh dan kelompok tani dari 18 kecamatan di kabupaten Sidoarjo.

Tumpangsari diharapkan turut mendukung LTT dari komoditas pajale, sekaligus meningkatkan populasi jika dibandingkan dengan sistem monokultur. Sehingga dalm 1 hektar lahan dapat menghasilkan panen 3 hektar, dan tentu saja dapat meningkatkan produksinya. Dan berdampak meningkatnya pendapatan petani dan pencapaian swasembada pangan nasional.
Berdasarkan paparan narasumber, banyak hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan tumpangsari pajale, diantaranya sistem pola tanam, varietas, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian HPT dan panen. Varietas dipilih yang memiliki karakteristik toleran naungan, toleran keterbatasan air dan tahan terhadap blas (khusus pada lahan kering) serta memiliki bentuk daun jagung lancip.

Tahun anggaran 2019, kabupaten Sidoarjo menerima 90 hektar program tumpangsari padi-jagung yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.
Belum banyak petani yang sebelumnya melakukan tumpangsari pajale, maka dari itu di sesi diskusi banyak pertanyaan yang disampaikan.
Di penghujung acara, Sidoarjo kedatangan tim UPSUS pusat dari Puslitbangbun, BBP2TP dan PSEKP yang terdiri atas Ir. Gayatri K Rana, MSc., Valeriana Darus, SE, MM., Dr. Lira Meyliana dan Dr. Saefuddin yang didampingi oleh Dr. Atekan dari BPTP Jatim. sedianya melakukan FGD terkait pelaksanaan UPSUS di kabupaten Sidoarjo serta menjaring umpan balik diperta dan kelompok tani. Dari hasil diskusi secara langsung ini, Sidoarjo menyampaikan bahwa terus mendukung UPSUS karena merasakan efek positif pelaksanaan program nasional tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *