Jumat, Desember 14

Largo Super : Upaya Mendongkrak Produksi Padi Lahan Kering

Ketergantungan produksi padi pada lahan sawah dalam mempertahankan dan meningkatkan swasembada beras cukup berat bila tidak mempertimbangkan kontribusi produksi padi lahan kering. Kondisi lahan kering yang kurang subur dengan sumber pengairan terbatas sangat mempengaruhi rendahnya produktivitas padi gogo. Untuk itu diperlukan terobosan teknologi dalam meningkatkan produksi padi melalui penambahan input produksi agarĀ diperoleh hasil yang maksimal, yaitu dengan teknik budidaya padi Largo (larikan gogo) Super. Kegiatan penelitian budidaya padi Largo Super di lahan kering dilaksanakan di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo. Padi Largo Super merupakan cara tanam larikan legowo (40 cm x 20 cm x 10 cm), menggunakan varietas Inpago 10, pemupukan an-organik dan organik menggunakan biodekomposer M-Dec dan pupuk hayati Agrimeth. Padi Largo Super di tanam secara monokultur maupun tumpangsari dengan jagung. Sistem tanam secara tumpangsari merupakan upaya diversifikasi dan intensifikasi tanaman untuk meningkatkan produktivitas lahan serta mengurangi resiko kegagalan atau kerugian salah satu tanaman serta meningkatkan pendapatan usahatani. Penanaman padi Largo Super secara monokultur diperoleh hasil 8,56 t/ha GKP, sedangkan padi Largo Super tumpangsari dengan jagung varietas HJ 21 diperoleh hasil 8,15 t/ha GKP dan 2,09 t/ha pipilan kering atau setara gabah 9,89 t/ha GKP. Sebagai pembanding adalah padi gogo monokultur tanam biasa menggunakan varietas sama (Inpago 10) diperoleh hasil 6,02 t/ha GKP. Dengan demikian terdapat kenaikan 2,54 t/ha setara GKP untuk padi Largo Super dan 3,87 t/ha setara GKP untuk tumpangsari padi Largo Super dengan jagung dibandingkan padi gogo monokultur.

Penulis: Zainal Arifin (Peneliti Budidaya Tanaman di BPTP Jatim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *