Sabtu, Desember 7

Luas Baku Tinggal 100O HA, Surabaya Tetap Semangat Targetkan LTT

Bukan hal mudah bagi kota Surabaya dalam memperjuangkan lahan pertanian di wilayahnya. Kian hari kian sempit luasan baku sawah di kota Surabaya. Namun, ibarat tak patah arang semangatnya, tetap berjuang memproduksi pangan di tengah metropolitan. Pemerintah pusat tak tinggal diam menyambut hal tersebut, bertempat di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, BPTP Jatim sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pertanian hadir untuk mendampingi tercapainya swasembada pangan bersama Korem 084, serta 3 kodim yang ada di Surabaya yaitu Surabaya Utara (0830), Surabaya Timur (0831) dan Surabaya Selatan (0832). Bersama para penyuluh lapang kota Surabaya melaksanakan Rapat koordinasi dan evaluasi UPSUS pajale kota Surabaya, membahas mengenai LTT dan optimalisasi alsintan.

Hadir secara langsung kepala BPTP Jatim yang menyampaikan arahan Dirjen Hortikultura selaku penanggung jawab UPSUS Jatim bahwa untuk tetap melaksanakan LTT bulan Oktober dan prognosa LTT bulan November dan Desember. Demikian pula dengan optimalisasi alsintan. Ditambahkannya, bahwa pemilihan jenis alsintan agar disesuaikan dengan kondisi tanah agar dapat optimal dalam pemanfaatan.
Permasalahan lahan pertanian di kota Surabaya tidak sedikit, antara lain juga sebagai tambak (perikanan), alih fungsi sebagai bangunan, ataupun untuk pertanian komoditas lain (hortikultura).

Dengan luas baku sawah 1.277,69 hektar Kota Surabaya masih bersemangat dalam melakukan tanam pajale khususnya padi. Untuk bulan Oktober tercatat prognosa 7 hektar, November 360 hektar dan Desember 495,79 hektar. Luasan terbanyak terdapat pada kecamatan Lakarsantri, Sambikerep, Benowo dan Bulak.

Sementara itu dukungan pemerintah pusat melalui APBN berupa bantuan alsintan untuk kota Surabaya masih dimanfaatkan dengan baik. Tercatat Traktor roda dua sebanyak 27 unit melalui Dinas dan 7 unit melalui Kodim, serta Pompa air sebanyak 36 unit masih dalam kondisi layak dan dimanfaatkan dengan baik. Harapannya dapat terus bermanfaat bagi petani Surabaya untuk terus berproduksi.
Jayalah pertanian Indonesia !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *